LombokPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat menunjukkan taring dalam pengelolaan fiskal tahun 2026.
Di bawah kepemimpinan Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wabup Nurul Adha, Gumi Patut Patuh Patju sukses mencatatkan rasio belanja infrastruktur tertinggi di NTB.
Meski didera pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD) yang mencapai angka fantastis Rp 310 miliar, daerah berjuluk Gumi Patut Patuh Patju ini justru berhasil mencatatkan rasio belanja infrastruktur tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten/kota lain di NTB.
Baca Juga: Sukses Akselerasi Pembangunan, LAZ-Adha Jawab Harapan Warga
Keberhasilan ini menjadi oase di tengah ketatnya ruang fiskal daerah. Berdasarkan data terbaru, Pemkab Lobar mampu mengalokasikan belanja infrastruktur hingga 38,69 persen dari total APBD.
Angka ini menempatkan Lombok Barat di posisi puncak klasemen pembangunan fisik se-NTB, membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang bagi akselerasi pelayanan publik.
Tak hanya agresif dalam pembangunan, pemkab juga dikenal sangat disiplin dalam mengerem belanja rutin.
Di saat banyak daerah di NTB masih tertatih-tatih menekan belanja pegawai agar sesuai amanat regulasi maksimal 30 persen, Lobar justru menjadi yang paling progresif. Rasio belanja pegawai daerah ini berhasil ditekan hingga menyentuh angka 34,23 persen.
”Kami membuktikan bahwa tantangan fiskal bukanlah penghalang untuk terus membangun. Melalui kedisiplinan anggaran, kami memastikan bahwa setiap rupiah APBD diarahkan untuk kepentingan publik dan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati LAZ.
Angka 34,23 persen tersebut menjadikan Lobar sebagai daerah dengan rasio belanja pegawai paling rendah sekaligus paling mendekati angka ideal di NTB. Selisih yang hanya berkisar 4 persen dari ambang batas nasional mencerminkan efisiensi birokrasi yang berjalan maksimal tanpa mengorbankan produktivitas kinerja aparatur.
Baca Juga: Bupati LAZ Ingatkan Kepala OPD, Pimpinan Harus Jadi Teladan
Efisiensi ekstrem pada belanja pegawai inilah yang kemudian disuntikkan kembali ke sektor infrastruktur. Dampaknya mulai dari perbaikan jalan, pembangunan fasilitas kesehatan, hingga sarana publik lainnya tetap berjalan meski dana transfer dari pusat menyusut drastis.
Sebagai ganjaran atas performa apik tersebut, Kemendagri resmi memasukkan Lombok Barat ke dalam nominasi kabupaten/kota terbaik pada ajang bergengsi Entrepreneur Government melalui kategori pembiayaan kreatif tingkat nasional.
Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang dinilai mampu mengelola anggaran secara inovatif layaknya seorang entrepreneur, tetap produktif dan mampu mencari solusi di tengah keterbatasan modal. Pengumuman pemenang ajang nasional ini dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat.
”Ini adalah kerja nyata tim. Semoga dengan capaian ini, Lombok Barat bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional dalam ajang Entrepreneur Government tersebut,” harapnya. (ton/r8)
Editor : Redaksi