Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

13 Rumah di Dasan Geria Lombok Barat Dapat Bantuan Bedah Rumah BSPS

Hamdani Wathoni • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:12 WIB
Fahrul Aziz
Fahrul Aziz (Toni/Lombok Post)

LombokPost — Pemerintah Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat terus berupaya mengentaskan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warganya.

Sebanyak 13 unit rumah di desa setempat dipastikan segera mendapatkan penanganan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

​Kepala Desa Dasan Geria Fahrul Aziz mengungkapkan, kondisi rumah-rumah yang menjadi sasaran bantuan tersebut memang sudah sangat memprihatinkan dan memenuhi kriteria untuk segera diperbaiki.

Hal ini diperkuat setelah adanya peninjauan langsung di lapangan bersama pihak kementerian terkait.

​"Kami sempat mendampingi langsung peninjauan sampel rumah. Kondisinya memang betul-betul tidak layak huni, mulai dari kerusakan parah pada fondasi, dinding, hingga struktur atapnya. Semuanya sudah sangat memenuhi syarat kriteria penerima bantuan," ujar Fahrul Aziz.

​Fahrul memaparkan, pihak desa sebenarnya mengusulkan sebanyak 60 unit rumah untuk bisa mendapatkan program penataan RTLH ini.

Namun, untuk tahap awal yang telah divalidasi dan diterbitkan Surat Keputusan (SK) pelaksanaan dari Kementerian PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman) baru berjumlah 13 unit rumah.

​"Awalnya yang keluar itu 19, tetapi untuk saat ini ada 13 unit yang SK-nya sudah siap untuk dieksekusi. Sementara sisanya yang 6 unit lagi masih dalam proses menyusul," jelasnya detail.

Baca Juga: Menteri PKP dan Mendagri Luncurkan Program Bedah Rumah BSPS Lima Provinsi di Lombok Barat

​Untuk alokasi anggaran, setiap unit rumah yang lolos verifikasi akan mendapatkan stimulan dana sebesar Rp 20 juta.

Mengingat nominal tersebut tergolong terbatas untuk membangun hunian yang ideal, Fahrul berharap penuh adanya swadaya dan gotong-royong dari pihak keluarga maupun masyarakat sekitar.

​Proses pengerjaan fisik program bedah rumah ini ditargetkan tuntas dalam waktu maksimal dua bulan.

Fahrul optimistis, dengan dukungan tenaga dan kebersamaan warga, program ini bisa rampung lebih cepat.

​"Kami sangat mengharapkan adanya swadaya masyarakat, baik itu berupa bantuan tenaga, material, maupun dana tambahan. Kebersamaan warga untuk membantu melangsir material dan gotong-royong sangat menentukan agar dana Rp20 juta ini bisa dikembangkan menjadi hunian yang jauh lebih layak dan nyaman," pungkasnya. 

Editor : Kimda Farida
#Dasan Geria #Lombok Barat #Dasan Geria Lingsar #rumah #RTLH