LombokPost - Gebrakan Pemkab Lombok Barat menggelar nonton bareng (Nobar) final liga champions mengingatkan pada kenangan manis yang nyaris terkubur.
Ruang kebersamaan dan tempat berkumpul yang menyajikan suasana tahun 90-an itu nyata dihadirkan memberikan kehangata.
Malam itu Alun-Alun Giri Menang Park (GMP) berubah menjadi lautan manusia. Ribuan pasang mata tertuju ke layar videotron raksasa yang menayangkan partai puncak Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal, Sabtu malam (30/5).
Namun, lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, ada cerita lain yang tersaji di tengah kerumunan.
Tikar-tikar digelar di atas hamparan rumput. Sebagian warga datang membawa sarung, sebagian lagi membawa alas duduk seadanya.
Pemandangan itu menghadirkan nostalgia yang mengingatkan pada suasana hiburan rakyat era 1990-an, ketika warga berkumpul menikmati tontonan bersama di ruang terbuka.
Baca Juga: Giri Menang Park Kini Punya Layar Raksasa, Warga Lobar Bisa Nobar Piala Dunia Gratis
Tidak sedikit penonton yang datang bersama keluarga dan teman-teman mereka. Ada yang menempuh perjalanan dari berbagai kecamatan di Lombok Barat. Bahkan, sejumlah warga Kota Mataram sengaja datang demi merasakan suasana nobar yang berbeda.
"Saya datang ke sini karena dapat informasi ada nobar di Lombok Barat pakai videotron. Karena suasananya meriah dan ramai," ujar Reza, salah seorang warga Kota Mataram yang hadir sejak sebelum pertandingan dimulai.
Menjelang kick off, kawasan alun-alun semakin padat. Anak-anak berlarian di sela-sela kerumunan, sementara para pedagang kaki lima menikmati berkah dari membludaknya pengunjung.
Aroma kopi, jagung bakar, hingga aneka jajanan malam bercampur dengan sorak-sorai para pendukung kedua tim membongkar suasana dinginnya malam itu.
Di satu sudut, sekelompok pemuda mengenakan jersey PSG. Di sisi lain, para pendukung Arsenal tak kalah bersemangat memberikan dukungan. Meski berbeda pilihan, suasana tetap berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Baca Juga: Nonton Gratis Laga Timnas Indonesia VS Jepang, PSSI Gelar Nobar Kualifikasi Piala Dunia
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang hadir bersama Penjabat Sekretaris Daera Akhmad Saikhu serta sejumlah kepala OPD turut larut dalam kemeriahan tersebut.
"Bersama seluruh masyarakat Lombok Barat kita nobar final Liga Champions. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Bayangkan begitu luas Alun-Alun Giri Menang Park bisa penuh oleh penonton," ujar LAZ.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi salah satu upaya menghidupkan ruang publik sekaligus menghadirkan hiburan positif bagi masyarakat.
"Ini kan kita buatkan panggung supaya masyarakat berkumpul di satu tempat dan menghidupkan Kota Gerung. Terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," katanya.
Bagi banyak warga, malam itu bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Kebersamaan menjadi kemenangan tersendiri.
Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, masyarakat mendapat ruang untuk berkumpul, bercengkerama, dan menikmati hiburan bersama tanpa sekat.
Ketika pertandingan berakhir dengan kemenangan PSG melalui drama adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, sorak-sorai pecah di berbagai sudut alun-alun.
Namun yang paling membekas justru suasana kebersamaan yang tercipta.
Tikar yang digelar di rumput, sarung yang dijadikan alas duduk, dan ribuan warga yang menikmati satu layar yang sama seakan menjadi pengingat bahwa ruang publik masih memiliki daya magis untuk menyatukan masyarakat.
Di balik gegap gempita final Liga Champions, Giri Menang Park malam itu menghadirkan sesuatu yang lebih sederhana namun berharga. Rasa kebersamaan yang semakin jarang ditemukan di era serba digital.
Editor : Kimda Farida