LombokPost – Kabar gembira datang dari tanah suci. Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Barat Suparlan memastikan seluruh jamaah haji berada dalam kondisi sehat walafiat.
Hingga menjelang jadwal kepulangan, seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan para jamaah dilaporkan berjalan dengan aman dan lancar.
"Alhamdulillah, laporan terbaru yang kami terima dari tanah suci menyatakan seluruh jamaah kita dalam keadaan sehat. Semua kegiatan ibadah di sana terlaksana dengan baik," ujar Suparlan saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Selasa (2/6).
Berdasarkan jadwal penerbangan, rombongan jamaah haji Lombok Barat dijadwalkan bertolak dari Bandara Jeddah pada Rabu malam (3/6) sekitar pukul 20.00 waktu setempat menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Baca Juga: Ibadah Haji dan Makna Kurban, Hakikat Kurban Bukan Hanya Menyembelih Hewan
Rombongan tersebut diperkirakan mendarat (landing) di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada Kamis siang (4/6) sekitar pukul 12.15 Wita.
Total jamaah yang kembali ke tanah air tercatat utuh sebanyak 393 orang. Suparlan juga menepis rumor adanya jamaah Lombok Barat yang meninggal dunia, menegaskan bahwa seluruhnya kembali dalam jumlah yang sama saat diberangkatkan.
"Alhamdulillah tidak ada jamaah yang meninggal dunia. Laporan yang kami terima semua sehat walafiat," ucapnya.
Untuk memastikan kepulangan berjalan tertib dan tidak menimbulkan kerumunan yang semrawut, Kemenhaj dan Umrah Lombok Barat menerapkan skema penjemputan khusus. Pihak Kemenag telah mulai membagikan kartu penjemputan resmi kepada pihak keluarga jemaah sejak Rabu.
Suparlan menjelaskan, proses perpindahan jamaah dari bandara menuju Asrama Haji diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Setibanya di Asrama Haji, jamaah akan langsung diarahkan menuju Aula Bir Ali II untuk proses administrasi singkat dan pembagian air zam-zam.
Baca Juga: Ibadah Haji dan Makna Kurban, Hakikat Kurban Bukan Hanya Menyembelih Hewan
Berbeda dari tahun lalu di mana air zam-zam baru dibagikan keesokan harinya, tahun ini fasilitas tersebut langsung diserahkan saat jamaah tiba di aula.
"Kami estimasikan jemaah tiba di Asrama Haji sekitar pukul 14.00 WITA untuk pengecekan kelengkapan dan istirahat sejenak," jelasnya.
Pihaknya juga membatasi satu jemaah hanya boleh dijemput oleh satu mobil keluarga demi menjaga kelancaran jalur transportasi di sekitar asrama. "Untuk koper besar, kami upayakan bisa langsung diambil oleh pihak keluarga di kantor Kemenag pada sore harinya," tambah Suparlan.
Langkah responsif Kemenag Lombok Barat dalam membagikan kartu penjemputan ini mendapat respons positif dari pihak keluarga. Salah seorang warga asal Dusun Irang Daye, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari Nia mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem kartu ini. Ia datang langsung untuk mengurus penjemputan ibunya yang akan tiba hari Kamis.
"Meskipun tadi sempat ada sedikit miskomunikasi terkait waktu pengambilan kartu, pelayanan dari petugas sangat cepat dan ramah," syukurnya.
Dengan sistem kartu seperti ini, proses penjemputan di asrama nanti pasti menjadi lebih teratur, rapi, dan tidak menumpuk. Kami dari keluarga sudah tidak sabar menyambut kedatangan orang tua kami," ucap Nia.
Editor : Marthadi