LombokPost – Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Remasa Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Melalui unit usaha peternakan ayam petelur yang mulai beroperasi sekitar empat bulan terakhir, produksi telur terus mengalami peningkatan dan kini hampir mencapai target yang telah ditetapkan.
Kepala Desa Kekait Masjudin Dahlan mengatakan, usaha peternakan ayam petelur tersebut merupakan salah satu program strategis desa dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Lokasi peternakan ditempatkan di Dusun Batu Butir yang dinilai cukup ideal karena berada jauh dari pemukiman warga.
"Pemilihan lokasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan masyarakat dan kelancaran operasional peternakan. Dengan jarak yang cukup dari permukiman, aktivitas peternakan dapat berjalan optimal dan dampak lingkungan dapat diminimalisir," ujar Masjudin.
Saat ini, unit usaha tersebut mengelola sekitar 1.200 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, produksi telur harian telah mencapai rata-rata 25 tray per hari. Angka itu dinilai cukup positif karena mendekati target produksi yang ditetapkan sebesar 30 tray per hari.
Baca Juga: Beternak Murai Batu Lebih Cuan dan Menantang
Masjudin menjelaskan, hasil produksi telur dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga yang disesuaikan berdasarkan ukuran telur.
Sistem klasifikasi tersebut memungkinkan produk tetap kompetitif dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
"Pemasaran berjalan cukup baik. Harga disesuaikan dengan ukuran telur sehingga masyarakat memiliki pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan," katanya.
Menurutnya, capaian yang diraih dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa pengelolaan usaha telah berjalan efektif dan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sejak awal. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi pengembangan usaha ke depan.
Pemerintah Desa Kekait bersama pengelola BUMDes berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas peternakan melalui optimalisasi pemeliharaan ayam, peningkatan kualitas pakan, serta penguatan manajemen produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pencapaian target produksi dalam waktu dekat.
Selain memperkuat ketahanan pangan desa, keberadaan usaha peternakan ayam petelur ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
"Harapannya usaha ini terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan," tutup Masjudin.
Editor : Kimda Farida