Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Juta Tabungan Siswa SDN 5 Babussalam Diduga Dipakai Guru Tebus Sertifikat

Hamdani Wathoni • Rabu, 24 Juni 2026 | 09:24 WIB
PROTES: Orang tua siswa SDN 5 Babussalam, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung mengeluhkan belum cairnya tabungan anak-anak mereka. (Toni/Lombok Post)
PROTES: Orang tua siswa SDN 5 Babussalam, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung mengeluhkan belum cairnya tabungan anak-anak mereka. (Toni/Lombok Post)

LombokPost – Puluhan orang tua siswa SDN 5 Babussalam, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, mengaku kecewa lantaran tabungan anak-anak mereka hingga kini belum dikembalikan.

Uang tabungan yang seharusnya diterima siswa kelas III diduga digunakan oleh salah seorang guru untuk menyelesaikan persoalan sertifikat tanah pribadi yang tengah bersengketa.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah wali murid yang mendatangi pihak sekolah. Mereka mempertanyakan nasib tabungan anak-anak yang selama ini disimpan melalui program menabung di sekolah.

"Semua anak-anak di sekolah ini sudah menerima tabungan mereka. Sementara anak-anak kami yang kelas III belum dapat sampai sekarang," ujar salah seorang wali murid, Rodi, Selasa (23/6).

Baca Juga: LIBURAN MEWAH TANPA UTANG! Rahasia Tabungan Emas Biar Gak Pusing Biaya Membengkak, Cek Caranya di Sini!

Menurut informasi yang diterima para orang tua, uang tabungan siswa diduga dipakai oleh guru yang mengelola tabungan untuk menebus sertifikat tanah pribadi yang sedang bermasalah dengan keluarganya.

"Yang kami sesalkan, kenapa uang anak-anak kami yang dipakai untuk menebus sertifikat. Itu uang hasil jerih payah kami menabung untuk kebutuhan anak," katanya.

Rodi mengaku kondisi tersebut membuat para orang tua kesulitan. Sebagian besar wali murid berasal dari keluarga petani dan buruh tani yang berharap tabungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah maupun keperluan rumah tangga.

Ia mengatakan sejumlah orang tua bahkan terpaksa berutang karena mengira uang tabungan akan segera dicairkan sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya.
"Kami sampai utang beras dan sudah terlanjur memberi tahu tempat kami berutang kalau uang tabungan anak segera keluar. Akhirnya kami yang dianggap berbohong," keluhnya.

Data yang dihimpun Lombok Post, terdapat sekitar 30 siswa kelas III SDN 5 Babussalam yang belum menerima tabungan mereka. Nilainya bervariasi, mulai jutaan hingga belasan juta rupiah. Total dana yang belum dikembalikan diperkirakan mencapai sekitar Rp 105 juta.

"Kalau tabungan anak saya sekitar Rp 4 juta lebih. Ada juga yang sampai Rp 10 juta," ungkap wali murid lainnya, Ramni.
Para orang tua mengaku sebelumnya telah bertemu dengan guru yang bersangkutan.

Baca Juga: Ternyata Segini Jumlah Tabungan yang Ideal Saat Usia 50 Tahun Menurut Para Ahli Keuangan

Dalam pertemuan tersebut, sempat disepakati bahwa dana tabungan akan dikembalikan pada Jumat pekan ini. Namun belakangan guru tersebut meminta tambahan waktu selama dua minggu.

Permintaan itu memunculkan kekhawatiran di kalangan wali murid. Mereka berharap janji pengembalian dana benar-benar direalisasikan sesuai batas waktu yang diminta.

"Kalau nanti tidak ditepati juga, kami bisa saja menempuh jalur hukum dan melapor ke polisi," tegas para wali murid.
Sementara itu, pihak SDN 5 Babussalam belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut. Kepala sekolah yang dikonfirmasi masih belum memberikan penjelasan.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat Lalu Najamuddin mengaku baru menerima informasi terkait dugaan tersebut.

Pihaknya berjanji segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan meminta klarifikasi dari pihak sekolah. "Kami akan menurunkan tim untuk mengecek persoalan yang terjadi di SDN 5 Babussalam," ujarnya singkat. 

Editor : Kimda Farida
#tabungan #Dipakai #Guru #Lombok Barat #siswa