Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Ada Tindakan dari Pemda, Warga Cemara Urunan Perbaiki Jembatan Rusak

Hamdani Wathoni • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:20 WIB
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Cemara bergotong royong memperbaiki jembatan kayu yang rusak menggunakan dana dan material hasil swadaya.
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Cemara bergotong royong memperbaiki jembatan kayu yang rusak menggunakan dana dan material hasil swadaya.

 

LombokPost - Kesabaran warga Dusun Cemara, Desa Lembar Selatan, Lembar akhirnya mencapai batas. Lantaran tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah, masyarakat memilih bergotong royong dan urunan untuk memperbaiki jembatan kayu yang kondisinya rusak parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. ”Perbaikan dilakukan secara swadaya setelah warga mengumpulkan dana dan material, termasuk kayu,” jelas Solikin, salah satu warga. 

Jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari anak-anak menuju sekolah hingga jalur ekonomi dan wisata.Solikin mengatakan, inisiatif memperbaiki jembatan muncul karena kondisi kerusakan sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, belum lama ini sebuah mobil pengunjung terperosok saat melintas di jembatan tersebut dan videonya sempat viral di media sosial.

”Warga mulai urunan mengumpulkan uang dan kayu sejak seminggu lalu untuk membeli bahan-bahan. Setelah terkumpul, kami bergotong royong memperbaiki jembatan,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi III DPRD Lobar Sebut Perencanaan Pemda Kurang Maksimal, Soroti Pembebasan Lahan hingga Jembatan Cemara

Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran vital karena menjadi satu-satunya akses bagi warga Dusun Cemara. Selain itu, setiap akhir pekan kawasan wisata Cemara dipadati pengunjung sehingga arus kendaraan meningkat. Kondisi itu membuat kerusakan jembatan semakin berisiko menimbulkan kecelakaan.

”Kami tidak bisa terus menunggu karena setiap hari masyarakat melewati jembatan ini,” katanya. Warga sebenarnya sempat berencana menyewa tenaga tukang agar perbaikan lebih cepat. Namun, dana hasil urunan tidak mencukupi. Estimasi biaya jasa tukang mencapai sekitar Rp 20 juta.

Akhirnya, melalui pengumuman di pengeras suara masjid, masyarakat diajak turun langsung bergotong royong memperbaiki bagian-bagian jembatan yang lapuk dan rusak.

Baca Juga: Matamuda MAN 2 Perkuat Madrasah Ramah Anak dan Anti Bullying

Masyarakat berharap pemda segera turun tangan membangun jembatan permanen. Mengingat jalur tersebut bukan hanya menjadi urat nadi aktivitas warga, tetapi juga mendukung akses menuju kawasan wisata Cemara yang setiap pekan ramai dikunjungi wisatawan. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Lombok Barat Cemara jembatan NTB Lembar