LombokPost – Kontingen Kabupaten Lombok Barat membuka kiprah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 dengan hasil menggembirakan. Hingga Jumat (17/7), kontingen Bumi Patut Patuh Patju telah mengoleksi 11 medali emas, 14 perak, dan 16 perunggu atau total 41 medali. Raihan tersebut menjadi modal positif untuk bersaing di papan atas klasemen perolehan medali.
Tambahan medali emas terakhir datang dari cabang olahraga (cabor) akuatik nomor renang. Hasil itu melengkapi torehan emas yang sudah diraih sejumlah cabor sejak pertandingan dimulai sebelum pembukaan resmi Porprov hingga memasuki hari kedua pelaksanaan.
"Alhamdulillah untuk sementara perolehan Cabor Akuatik 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Besok adalah hari terakhir untuk akuatik, masih ada harapan untuk menyumbangkan 2 emas," ujar Wakil Ketua PRSI Eko Esti Santoso.
Berdasarkan rekapitulasi sementara KONI Lombok Barat, sedikitnya sebelas cabang olahraga telah menyumbangkan medali. Akuatik menjadi penyumbang emas terbanyak dengan tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu. Judo menyumbangkan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
Baca Juga: Enam Siswa SMAN 2 Narmada Wakili Lombok Barat di Porprov NTB Cabang Bridge
Sementara itu, Aerosport mempersembahkan satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Catur meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Gateball menyumbang satu emas dan satu perak, sedangkan anggar mengoleksi satu emas, satu perak, serta dua perunggu.
Angkat besi turut mempersembahkan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Drum band menyumbangkan satu emas dan dua perak. Adapun takraw meraih tiga medali perak dan satu perunggu, aeromodelling mengoleksi dua perak dan dua perunggu, sedangkan kurash menyumbangkan tiga medali perunggu.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lombok Barat Iwan Mulia S mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang mampu mempersembahkan prestasi meski harus bertanding dalam berbagai keterbatasan.
''Perjuangan anak-anak kita luar biasa. Kami sangat mengapresiasi semangat juang mereka untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Lombok Barat,'' ujarnya saat memantau pertandingan di GOR Mini Gerung.
Menurutnya, peluang penambahan medali masih sangat terbuka mengingat masih banyak cabang olahraga yang belum menyelesaikan pertandingan. Karena itu, ia optimistis perolehan medali Lombok Barat akan terus bertambah hingga penutupan Porprov.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Lombok Barat Dr. Syamsuriansyah. Ia menilai seluruh pengurus cabor dan atlet telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengharumkan nama daerah.
''Kami sangat mengapresiasi seluruh cabor yang sudah memberikan kontribusi luar biasa untuk Lombok Barat. Semangat mereka patut diapresiasi,'' katanya.
Pada hari pertama setelah pembukaan Porprov, Kamis (16/7), Lombok Barat berhasil memborong enam medali emas yang berasal dari judo, aerosport, gateball, renang, dan catur. Menurutnya, sejumlah cabor masih berpeluang menambah emas, termasuk gateball yang telah memastikan satu atlet lolos ke partai final nomor tunggal putra.
Syamsuriansyah menegaskan, apabila Lombok Barat ingin mengamankan posisi tiga besar pada Porprov NTB 2026, maka sedikitnya harus mampu mengoleksi sekitar 60 medali emas. Target tersebut dinilai realistis melihat potensi sejumlah cabang olahraga yang masih akan bertanding.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perjuangan atlet berlangsung di tengah keterbatasan anggaran. Dana yang dialokasikan melalui APBD hanya sekitar Rp1 miliar, ditambah dukungan sekitar Rp700 juta dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
Jumlah itu disebut menjadi salah satu yang paling kecil dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk terus berprestasi. Ia berharap pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga karena prestasi atlet merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi daerah.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post