
LombokPost - Dosen Seni Kuliner Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Lukman Ahmadi mengatakan, eksistensi kuliner lokal saat ini justru sedang merangkak naik kelas.
Inovasi pada sisi pengemasan menjadi kunci utama mengapa jajanan pasar ini kini justru diburu oleh pelancong domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke bentang Lombok-Sumbawa.
“Para bule itu sudah jenuh makan pizza atau spageti. Mereka datang kemari tentu ingin mencoba makanan khas yang belum pernah mereka rasakan di negaranya,” ujar Lukman membuka perbincangan.
Tantangan terbesar kuliner lokal adalah bagaimana menyajikannya dalam ruang formal seperti restoran dan hotel berbintang tanpa kehilangan keaslian rasanya.
Lukman mencontohkan menu plecingan rumput laut segar. Dengan taburan parutan kelapa muda, irisan bawang merah, dan cabai rawit, menu ini disajikan secara estetis menggunakan opak-opak sebagai piringnya.
“Pengemasan yang cantik dan unik tentu akan sangat menggugah selera wisatawan,” katanya.
Inovasi serupa juga mendesak untuk diterapkan pada kuliner berat seperti Ayam Taliwang. Selama ini, kelemahan Taliwang untuk dijadikan oleh-oleh antarprovinsi terletak pada karakternya yang berbumbu basah sehingga mudah basi.
Menurut pria asal Kelayu, Lombok Timur ini, solusinya adalah memodifikasi bumbu menjadi varian kering yang praktis, yang cukup diseduh air hangat saat hendak disantap di luar daerah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




