LombokPost - Kepala Desa Langko Mawardi mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tetap melanjutkan program Rp 1 miliar per desa. Meski Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat ini tengah terjerat kasus hukum di KPK, program tersebut dinilai krusial untuk percepatan pembangunan desa.
Namun, Mawardi memberikan catatan penting terkait mekanisme penyaluran anggaran tersebut. Ia meminta pemkab menyalurkan anggaran secara utuh tanpa menggabungkan berbagai sumber dana lain.
”Melihat situasi saat ini, program Rp 1 miliar per desa silakan dilanjutkan. Tapi harapan kami anggarannya tidak dihimpun dari berbagai sumber, melainkan disalurkan utuh Rp 1 miliar per desa,” ujar Mawardi.
Baca Juga: Jelang HUT RI Ke-81, PLN NTB Gandeng Kodim 1615/Lotim Perkuat Keandalan Listrik
Langkah ini dinilai penting agar tidak memicu salah penafsiran di masyarakat. Selama ini muncul persepsi bahwa dana Rp 1 miliar tersebut merupakan akumulasi dari beberapa program. Mulai dari pokir DPRD, program OPD, hingga bantuan Pemprov NTB.
Penggabungan anggaran tersebut membuat warga menilai program Rp 1 miliar bukan sepenuhnya kebijakan baru pemerintah daerah. ”Kalau program gabungan yang dihimpun jadi Rp 1 miliar, masyarakat punya penilaian sendiri. Lebih baik berdiri sendiri agar manfaatnya benar-benar dirasakan desa,” tegasnya.
Untuk memperkuat alokasi anggaran, Mawardi menilai pemkab masih memiliki ruang fiskal. Salah satunya dengan memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) setelah seluruh kewajiban daerah terpenuhi. ”Jika ada SiLPA, itu bisa dimanfaatkan untuk memperkuat program prioritas di desa,” katanya.
Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, BRIDA NTB Adopsi Inovasi Pertanian Jepang
Mawardi juga berharap kepemimpinan daerah ke depan lebih tegas menjalankan visi-misi pembangunan. Ia menyatakan siap memberikan masukan konstruktif kepada Wabup Nurul Adha yang kini menjalankan tugas bupati.
”Kami mendoakan Ummi Nurul Adha dapat melanjutkan kepemimpinan Lombok Barat. Kami di desa siap memberi masukan demi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post