Gerakan Ayo Sekolah ala Dr. Syamsuriansah, Mengetuk Pintu Sekolah dari Desa, Bantu Anak Yatim dan Pelajar Berprestasi Kepedulian

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:08 WIB
PEDULI PENDIDIKAN: Anggota DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansah saat bersama sejumlah siswa di salah satu SD Lombok Barat.
PEDULI PENDIDIKAN: Anggota DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansah saat bersama sejumlah siswa di salah satu SD Lombok Barat.

 

LombokPost - Dedikasi anggota DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansah kepada dunia pendidikan patut diacungi jempol. Lewat program Gerakan Ayo Sekolah dia berusaha menekan angka putus sekolah di Gumi Patut Patuh Patju.

Pagi itu halaman sebuah sekolah dasar di Lombok Barat tampak lebih ramai dari biasanya. Seorang legislator duduk lesehan bersama siswa-siswi, mendengarkan cerita mereka tentang cita-cita, buku pelajaran, hingga keinginan sederhana untuk tetap bisa bersekolah.

Di sela pertemuan itu, ia menyelipkan pesan yang terus diulangnya di banyak sekolah yakni jangan pernah berhenti sekolah karena keadaan.

Sosok itu adalah Anggota DPRD Lombok Barat dari Fraksi Perindo Dr. Syamsuriansah. Belakangan, gerakan sosial yang ia bangun bertajuk Gerakan Ayo Sekolah menjadi perbincangan di sejumlah desa.

Program tersebut tidak hanya menyasar siswa yang terancam putus sekolah, tetapi juga anak yatim dan pelajar berprestasi yang membutuhkan dukungan.

"Memberikan apresiasi kepada anak berprestasi itu penting. Itu menjadi energi positif bagi mereka untuk terus belajar," ujar Dr. Syamsuriansah.

Gerakan yang digagasnya tidak berjalan sendiri. Ia menggandeng kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, hingga aparat kepolisian sektor setempat. 

Baca Juga: Parpol Non Parlemen Soroti Tingginya Biaya Politik, KPU dan Bawaslu Perlu Lakukan Deteksi Dini

Dalam beberapa kegiatan, timnya bahkan mendatangi Polsek untuk membangun kolaborasi dalam mendukung kampanye pendidikan. Menurutnya, persoalan putus sekolah tidak bisa diselesaikan hanya oleh sekolah atau pemerintah daerah.

"Ini kerja bersama. Kalau ada anak yang mulai jarang masuk sekolah, lingkungan sekitar harus ikut peduli," katanya.

Kepedulian itu tampak nyata ketika tim yang dibentuknya turun langsung membantu anak-anak yatim. Bagi Dr. Syam, sapaan akrabnya, kehilangan orang tua sering kali membuat anak berada pada posisi paling rentan untuk meninggalkan bangku sekolah. 

Karena itu, pendampingan dilakukan bukan hanya berupa bantuan materi, tetapi juga perhatian psikologis dan motivasi.
Ia menamai rangkaian kegiatan edukasi tersebut sebagai Gerakan Ayo Sekolah Doktor Syam Mengajar.

Dalam program ini, ia hadir langsung di sekolah dasar untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa dan edukasi kepada orang tua. Hingga kini, ia mengaku telah berkeliling ke beberapa sekolah di Lombok Barat.

Di setiap kunjungan, kisah yang ditemuinya hampir serup. Ada anak yang berprestasi tetapi kesulitan membeli buku, ada yang menahan malu karena belum mampu melengkapi perlengkapan sekolah, dan ada pula yang mulai berpikir untuk berhenti belajar demi membantu ekonomi keluarga.

"Kalau ada anak yang butuh biaya membeli buku dan prestasinya bagus, kita upayakan bantu. Jangan sampai potensi mereka hilang hanya karena hal kecil," tuturnya.

Langkah-langkah sederhana itulah yang menurut banyak guru terasa dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Baca Juga: ​Doktor Syam Apresiasi Kontingen Lobar Tembus Tiga Besar Porprov NTB 2026 di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kepala sekolah yang terlibat dalam program ini menyebut kehadiran anggota dewan di ruang kelas memberi semangat tersendiri bagi siswa.

Gerakan tersebut juga dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menekan angka putus sekolah. 

Dr. Syam menegaskan, pendidikan adalah investasi jangka panjang daerah. Setiap anak yang berhasil bertahan di sekolah berarti membuka peluang lahirnya sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan.

Dedikasi itu pula yang mengantarkan namanya masuk dalam kategori 10 anggota DPRD partai terbaik di Indonesia, sebuah pengakuan yang menurutnya bukan tujuan utama.

"Penghargaan boleh datang, tetapi yang paling penting adalah melihat anak-anak tetap sekolah dan berani bermimpi," ujarnya.
Doktor Syam meyakini perubahan besar sering kali dimulai dari perhatian yang paling sederhana. Memastikan satu anak lagi tetap belajar hari ini.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Lombok Barat pendidikan Sekolah NTB