Pemkab Lombok Barat Gencarkan Screening TBC Warga, Ratusan Titik Pemeriksaan Kesehatan Gratis Disiapkan Bagi Masyarakat

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:33 WIB
SCREENING TBC: Wakil Bupati Lobar Nurul Adha (dua dari kiri) bersama warga sesaat sebelum screening TBC di Kantor Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Pemkab Lobar, Senin (3/8). (NURUL/LOMBOK POST)
SCREENING TBC: Wakil Bupati Lobar Nurul Adha (dua dari kiri) bersama warga sesaat sebelum screening TBC di Kantor Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Pemkab Lobar, Senin (3/8). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan screening kesehatan. Pemeriksaan gratis ini dirangkai screening TBC secara menyeluruh.

"Kegiatan hari ini screening cek kesehatan gratis bersama," kata Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha disampaikan melalui media ini, Senin (3/8).

Pemeriksaan massal dilakukan guna menekan lonjakan angka kasus. Penyakit tuberkulosis masih menjadi ancaman serius kesehatan warga.

Baca Juga: CKG Jadi Benteng Awal Cegah Penyakit Kronis di NTB

"Karena memang kasus TB kita juga lumayan," terangnya.

Penyebaran TBC turut berdampak pada penanganan kasus stunting. Sejumlah balita stunting terkonfirmasi positif mengidap penyakit TBC. Tim medis menemukan balita terinfeksi dari hasil tes. Screening lanjutan mengonfirmasi status kesehatan para pasien balita.

"Dari 1.552 anak terkena stunting. Sekitar 126 anak diantaranya positif TBC," ungkapnya.

Baca Juga: CKG Lotim Tertinggi di NTB

Pemerintah pusat memberikan bantuan sarana penunjang screening kesehatan. Fasilitas canggih disalurkan untuk mempercepat proses penemuan kasus.

"Pak Wamen Kesehatan memberikan fasilitas untuk menunjang screening di Lombok Barat," tambahnya.

Dinas Kesehatan langsung bergerak cepat memaksimalkan penggunaan alat. Ratusan titik lokasi disiapkan untuk mengjangkau seluruh warga.

Baca Juga: Kasus Stunting Turun, Program CKG Sasar Jutaan Jiwa

"Insyaallah seratus lebih titik nanti dilakukan screening," tuturnya.

Langkah percepatan penanganan difokuskan pada anggota keluarga pasien. Upaya pemutusan rantai penularan menjadi prioritas utama dinas.

"Ini masyarakat yang discreening keluarga yang positif," jelas Nurul Adha.

Pasien terkonfirmasi positif langsung mendapat tindakan pengobatan medis. Lingkungan sekitar pasien wajib mengikuti prosedur screening pencegahan.

"Yang sudah positif kita obati yang belum dicegah," tegas Nurul Adha.

Proses pelaksanaan screening di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan. Seluruh desa dipastikan mendapatkan jangkauan pelayanan secara merata.

"Seratus lima puluh enam titik akan dapat kegiatan," rinci Nurul Adha.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Erni Suryana menerangkan bantuan alat rontgen portabel memperkuat kapasitas penanganan lapangan. Peralatan canggih bernilai mahal didatangkan langsung dari pusat.

"Kita diberikan alat x-ray portable untuk rontgen langsung, namun kini sedang uji alat dulu hingga ready digunakan," katanya.

Dijelaskan dua unit alat rontgen portabel sudah mulai tiba dan tinggal satu menyusul. Penambahan armada alat medis sangat membantu proses penelusuran.

"Penemuan kasus TB kita 2026 sudah seribu," sebutnya.

Petugas kesehatan melacak kontak erat seluruh pasien positif TBC. Setiap satu pasien positif diikuti pemeriksaan belasan warga.

"Satu yang positif, 15 orang diperiksa," paparnya.

Penelusuran target rontgen menyasar langsung anggota keluarga terdekat. Petugas mendatangi lokasi permukiman warga menggunakan alat baru.

"Ini launching permulaan masih ada 156 titik," urainya.

Pemeriksaan rontgen lapangan memangkas birokrasi rujukan rumah sakit. Warga cukup mendatangi lokasi screening di desa masing-masing.

"Pasien tidak harus ke rumah sakit rontgennya dengan alat yang dikirimkan Kemenkes," katanya.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
warga CKG Kesehatan Screening TBC