
LombokPost - Di perbatasan Iran–Turki, perang tidak hanya terlihat dari dentuman bom, tetapi juga dari arah langkah manusia. Ada yang pergi menjauh, ada pula yang justru kembali mendekat.
Di Kapıköy—gerbang pegunungan yang menghubungkan Iran dengan Turki—arus manusia berubah arah sejak konflik pecah. Dulu, jalur ini ramai oleh wisata belanja warga Iran. Kini, alasan orang melintas jauh lebih sederhana: bertahan hidup.
“Boom,” kata Amir, seorang warga Teheran, saat ditanya mengapa ia pergi, seperti dikutip Jumat (3/4).
“Setiap malam mereka membombardir.”
Amir, 33 tahun, kehilangan pekerjaannya sebagai trader akibat pemadaman internet.
“Tidak ada internet, tidak ada pekerjaan,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





