Luncurkan Gerakan Menanam Cabai, Wabup UNA Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Peluncuran Gerakan Menanam Cabai dilakukan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Suranadi Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (6/8/2026).
Peluncuran Gerakan Menanam Cabai dilakukan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Suranadi Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (6/8/2026).

LombokPost – Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, meluncurkan Gerakan Menanam Cabai sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Peluncuran tersebut dilakukan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Suranadi Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (6/8/2026).

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Karena itu, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi cabai dari lingkungan masyarakat, sekolah, hingga perkantoran.

Baca Juga: Ratusan Sekolah Tanam Cabai untuk Tekan Inflasi, Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI

“Kita tidak hanya berbicara soal harga saat ini, tetapi membangun ketahanan pangan agar harga tidak mudah melonjak. Gerakan ini mengajak kita semua menanam cabai di lingkungan masing-masing sehingga pasokan tetap terjaga dan harga dapat dikendalikan,” ujarnya.

Gerakan Menanam Cabai akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), satuan pendidikan, TP PKK desa, hingga masyarakat. Pada tahap awal, penanaman dilakukan menggunakan polybag agar dapat diterapkan meski dengan keterbatasan lahan.

Pemkab Lombok Barat menyiapkan sekitar 2.000 polybag untuk siswa Sekolah Dasar dan 5.000–7.000 polybag bagi Sekolah Menengah Pertama. Selain mendukung pengendalian inflasi, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi siswa tentang budidaya tanaman pangan.

Baca Juga: Gerakan Tanam Cabai di SMAN 1 Sembalun Berhasil, One Student One Chili Mulai Panen Harapan

Selain itu Wabup UNA menjelaskan, gerakan ini dilaksanakan tanpa anggaran khusus pada tahap awal. Kebutuhan bibit, pupuk, dan sarana pendukung dipenuhi melalui optimalisasi anggaran yang tersedia serta kolaborasi lintas sektor. Karena itu, sinergi OPD, pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

Gerakan ini akan dimulai di sejumlah kecamatan sebagai lokasi percontohan sebelum diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat. Hasil panen nantinya akan dievaluasi sebagai dasar pengembangan program secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan kondisi cuaca dan potensi serangan hama sehingga hasil budidaya dapat optimal.

Baca Juga: Siswa Baru SMA/SMK di NTB Wajib Tanam Cabai, Targetkan Cadangan 20 Ton

“Kita berharap gerakan kecil ini mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Lombok Barat,” tutupnya.

Rapat koordinasi TPID tersebut dihadiri kepala OPD terkait, perwakilan instansi vertikal, serta berbagai unsur yang mendukung pelaksanaan program pengendalian inflasi di Kabupaten Lombok Barat.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post Online
gerakan menanam cabai (GMC) harga tpid Lahan opd