Desa Taman Baru Mulai Krisis Petani Milenial

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Padillah (IST/LOMBOK POST)
Padillah (IST/LOMBOK POST)

LombokPost -  Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong Tengah dikenal memiliki potensi besar di sektor agraris.

Namun, kekayaan potensi pertanian tersebut kini dihadapkan pada tantangan serius terkait regenerasi tenaga kerja, di mana minat generasi muda untuk bertani kian menyusut.

Kades Taman Baru Padillah, membenarkan denyut nadi perekonomian di desanya sangat bertumpu pada sektor pertanian.

 Baca Juga: Teknologi Tepat Guna KKN UMMAT Permudah Pemupukan Lahan Pertanian Petani di Lendang Nangka Utara

 Mayoritas warga Desa Taman Baru menjadikan bertani sebagai mata pencaharian utama untuk menopang kebutuhan hidup keluarga.

”Potensi utama desa kami memang di sektor pertanian. Mayoritas warga di sini adalah petani yang menggarap lahan setiap harinya,” ujar Padillah.

Kendati demikian, Padillah menyoroti adanya ketimpangan demografi pelaku pertanian di desanya.

 Baca Juga: HKTI KLU Dorong Kebangkitan Sektor Pertanian

Saat ini, aktivitas turun ke sawah atau ladang nyaris seluruhnya digerakkan oleh kelompok masyarakat yang usianya sudah relatif berumur atau tua.

Sementara itu, keterlibatan generasi muda khususnya kelompok milenial dan gen Z dalam sektor pertanian dinilai masih sangat minim.

Generasi muda di wilayah tersebut cenderung lebih memilih mencari peruntungan lain atau melirik sektor pekerjaan lain di luar bidang agraris.

Krisis petani milenial ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kelangsungan ketahanan pangan dan roda ekonomi Desa Taman Baru ke depannya.

Minimnya regenerasi dikhawatirkan dapat menghambat masuknya inovasi dan teknologi pertanian modern yang biasanya lebih mudah diserap oleh generasi muda.

”Diperlukan stimulus dan program pembinaan khusus agar sektor pertanian kembali dipandang sebagai profesi yang menjanjikan secara finansial bagi kaum milenial,” kata dia. (nur/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Pertanian generasi profesi Sekotong agraris