Kemeriahan Budaya Di Amphitheater Senggigi di HUT RI, Wisatawan Mancanegara Asyik Berebut Kerupuk

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:00 WIB
SERU: Wisman ikut keseruan lomba makan kerupuk khas Kemerdekaan RI ke-81 di Senggigi, Sabtu (15/8). (DISPAREKRAFPORA FOR LOMBOK POST)
SERU: Wisman ikut keseruan lomba makan kerupuk khas Kemerdekaan RI ke-81 di Senggigi, Sabtu (15/8). (DISPAREKRAFPORA FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Pekan Kesenian Senggigi kembali menyedot perhatian publik secara luar biasa. Amphitheater Pasar Seni Senggigi dipadati wisatawan lokal dan asing. Gelaran mingguan Festival Senggigi sukses menghidupkan suasana kawasan pariwisata.

Senja perlahan meredup di garis pantai Senggigi, namun kehangatan justru baru saja dimulai. Gelak tawa lepas memecah suasana malam minggu di pesisir ikonik Lombok Barat tersebut.

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, perhelatan Pekan Kesenian Senggigi hadir dalam balutan yang tak biasa, menyatukan kearifan tradisi lokal dengan kegembiraan wisatawan asing lomba kemerdekaan.

Baca Juga: Aruna Senggigi Resort & Convention, Hadirkan Kids Activity Penuh Makna dalam Perayaan Hari Anak Nasional 2026

Magnet utama malam itu tertuju pada seutas tali raffia yang membentang di tengah area acara. Beberapa kerupuk putih tergantung bergoyang ditiup angin laut.

Lucunya, para peserta yang antusias berjejer bukan warga lokal, melainkan para wisatawan mancanegara. Dengan kedua tangan terikat di belakang punggung, wisatawan asing lomba kemerdekaan tersebut tampak melompat-lompat kecil, berusaha melahap kerupuk yang tergantung.

Aksi polos dan kocak ini tak pelak menjadi hiburan segar yang menghadirkan pengalaman kebudayaan otentik bagi para pelancong dunia di perhelatan Pekan Kesenian Senggigi.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Seni Senggigi Berlanjut, Kementerian PU Siapkan Rp 84,5 Miliar

Kemeriahan Pekan Kesenian Senggigi yang berlangsung dari sore hingga larut malam ini tak sekadar menyajikan hiburan visual. Saat malam makin larut, panggung utama diguncang oleh alunan musik tradisional Cilokak dan sastra tutur Bekayat khas Sasak yang dibawakan seniman asal Kecamatan Gerung. Harmoni alunan musik daerah dan tarian tradisional ini seolah memanggil kembali kenangan masa keemasan pariwisata Senggigi Lombok Barat.

Kepala Desa Senggigi Mastur, mengungkapkan rasa bangganya melihat geliat ruang publik yang kembali bernapas lega. Dukungan penuh terus mengalir dari pemerintah desa agar agenda seni budaya ini konsisten menghiasi setiap akhir pekan.

”Kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung penuh kegiatan rutin ini. Harapan kami atraksi seni terus diadakan setiap malam minggu demi meramaikan kembali kejayaan pariwisata Senggigi,” ujar Mastur.

Baca Juga: Senggigi Dapat Kado Spesial Rp 81 Miliar di HUT ke-25, Pasar Seni Bakal Disulap ala Sydney Harbour

Bagi para pelaku seni lokal, Pekan Kesenian Senggigi adalah panggung impian yang telah lama dirindukan. Ruang ekspresi ini menjadi wadah menjaga nyala api kebudayaan agar tak padam digerus zaman.

Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga momentum ini. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam membawakan kesenian tradisional menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan tradisi di tengah gempuran modernisasi.

”Kegiatan ini memberikan ruang wadah pelestarian budaya bagi generasi muda sekaligus menjadi pendorong utama sektor pariwisata daerah,” tutur Fitriati.

Fitriati meyakini, jika konsistensi Pekan Kesenian Senggigi terus dijaga secara berkala, dampak ekonominya akan langsung dirasakan masyarakat setempat. Para pegiat seni daerah kini memiliki kepastian panggung untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka setiap pekannya, sekaligus memutar kembali roda ekonomi kreatif Lombok.

Pada akhirnya, malam di pesisir Senggigi menutup tirainya dengan cerita hangat. Pekan Kesenian Senggigi membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan dan pelestarian budaya tidak hanya tentang seremonial formal, melainkan tentang bagaimana merangkul semua orang, termasuk para pelancong mancanegara. (NURUL HIDAYATI, Lombok Barat/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
khas sasak wisatawan Senggigi pasar seni tradisional