LombokPost – Musibah kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026 yang meninggalkan duka bagi masyarakat yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran selama 14 hari, terhitung sejak 23 Agustus hingga 5 September 2026.
Selama masa tersebut, berbagai dukungan terus diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Baca Juga: Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak di Desa Adat Sade
Dalam penanganannya, ITDC bersama BUMN dan berbagai pihak lainnya turut bergotong royong memberikan dukungan bagi masyarakat Sade.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, PT Pelindo Cabang Lembar turut memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak melalui ITDC sebagai koordinator dukungan BUMN.
Bantuan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Cabang Lembar, sekaligus wujud kepedulian Pelindo sebagai bagian dari BUMN untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Baca Juga: Pemprov NTB Siapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran Sade
Secara simbolis, bantuan Pelindo diserahkan General Manager PT Pelindo Cabang Lembar, Kunto Wibisono bersama pihak ITDC di kawasan Desa Adat Sade.
Selanjutnya, bantuan tersebut di serahkan melalui BPBD Lombok Tengah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari, di antaranya beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, tikar, sarung, dan handuk.
Baca Juga: Menenun Asa di Desa Wisata Sade Rembitan, Perempuan Sade Menunggu Sesek Kembali Memutar Roda Ekonomi
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga sekaligus menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat dalam melewati masa sulit dan menata kembali kehidupan pascakebakaran.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Sade. Apa yang kami berikan mungkin sederhana, namun kami berharap dapat sedikit membantu kebutuhan warga di tengah kondisi yang tidak mudah ini. Sebagai bagian dari BUMN, Pelindo ingin ikut mengambil bagian dalam semangat gotong royong yang hadir untuk masyarakat Sade. Semoga dukungan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi penguat bagi warga dalam melewati masa sulit,” ujar Kunto Wibisono.
Desa Adat Sade tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan wisata budaya di Lombok Tengah, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat Suku Sasak yang hingga kini terus menjaga tradisi dan kearifan lokalnya.
Karena itu, bangkitnya masyarakat Sade setelah musibah ini menjadi harapan bersama, agar kehidupan warga dapat kembali berjalan dan nilai-nilai budaya yang telah dijaga secara turun-temurun tetap tumbuh.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online