LombokPost – Komitmen untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Melalui Tim Bidang PAUD, PNF, dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat, aksi jemput bola digelar ke Dusun Karang Kesume, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Selasa (1/9).
Kunjungan kerja yang diterjunkan oleh tim terdiri dari Isnaini Ardy, S.Pd., Baiq Hariyani S.Pt., Hamka, M.Pd., dan Abdullah ini bertujuan mendata serta meninjau langsung kondisi Anak Tidak Sekolah (ATS) di lapangan.
Dari hasil penelusuran, tim menemukan seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Zainal Abidin yang terhenti pendidikannya di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (setara SD).
Baca Juga: Kunjungi Kediaman Doktor Syam, Wabup Nurul Adha Bahas Angka Putus Sekolah hingga Persoalan UHC
Terbatasnya kondisi ekonomi keluarga serta akses jarak tempat tinggal ke sekolah yang jauh menjadi pemicu utama anak tersebut tidak dapat melanjutkan pendidikan formal.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dikbud Lobar langsung menyiapkan solusi konkrit agar Zainal tetap mendapatkan hak pendidikannya.
Mengatasi masalah ATS bukan sekadar mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi memastikan mereka memperoleh kesempatan dan masa depan yang lebih baik. Untuk kasus ini, tim akan mendaftarkan yang bersangkutan ke program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C di PKBM Irhamni, Desa Taman Ayu.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Tampung 2.692 Siswa, Taj Yasin: Jalan Putus Rantai Kemiskinan
Melalui sinergi dan penanganan langsung di tingkat tapak ini, Pemkab Lombok Barat optimistis dapat terus menekan angka ATS agar tidak ada satu pun anak daerah yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Dikbud Lombok Barat