Wisata Kuliner Tempos Berdayakan 41 UMKM

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:11 WIB
MENIKMATI KULINER: Beberapa warga datang menikmati wisata kuliner di Desa Tempos, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
MENIKMATI KULINER: Beberapa warga datang menikmati wisata kuliner di Desa Tempos, beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Kawasan wisata kuliner mepet sawah (Mewah) di Desa Tempos, Kecamatan Gerung, terus berkembang menjadi penggerak ekonomi warga.

Destinasi yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini kini membutuhkan sentuhan pengembangan infrastruktur agar semakin nyaman bagi wisatawan.

Kepala Desa Tempos Sudirman menyatakan, potensi kuliner lokal karya warganya sangat menjanjikan.

Baca Juga: YBM PLN UP3 Mataram Salurkan 61 Paket Santunan bagi Dhuafa di Desa Tempos Lombok Barat

Namun, keterbatasan anggaran desa membuat pemdes tidak sanggup menata lokasi berjualan secara mandiri.

Pihaknya mengharapkan intervensi dan bantuan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat. Saat ini ada sekitar 41 pelaku UMKM yang menjajakan aneka jajanan tradisional di kawasan tersebut.

Dari sisi kapasitas usaha, Pemdes Tempos telah bekerja sama dengan Dinas Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar.

Baca Juga: Antusias Peserta Fun Run AITTA, Promosikan Pesona Desa Wisata Tempos

”Pelatihan hingga dukungan alat pengolahan makanan sudah disalurkan, sehingga fokus utama saat ini bergeser pada pembenahan tempat dan ketersediaan sarana pendukung seperti toilet umum serta lapak dagangan yang higienis,” kata Sudirman, Kamis (3/9).

Sudirman juga menekankan pentingnya sinergi agenda pemkab dengan ekonomi desa. Ia berharap ajang seperti Car Free Day tidak menggerus kunjungan ke wisata desa.

Konsep kolaborasi seperti ajang Fun Run yang finis di lokasi dinilai sangat efektif menarik pengunjung.

Baca Juga: Merasakan Sensasi Tempat Wisata Kuliner "Mewah" Desa Tempos, Nikmatnya Menyantap Sambil Melihat Sunrise

Di sisi lain, mayoritas pedagang kuliner merupakan generasi muda yang adaptif teknologi. Pemdes telah mendorong penerapan pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

”Pemdes telah mendorong penerapan digitalisasi sistem pembayaran non-tunai berbasis barcode (QRIS) dengan menggandeng Bank NTB Syariah, Bank Mandiri, dan lembaga perbankan pemerintah lainnya,” imbuhnya.

Kemudahan transaksi digital ini disiapkan untuk memanjakan wisatawan saat akhir pekan.

Melalui penataan sarana yang lebih baik, pemdes optimistis kuliner tradisional khas daerah dapat terus lestari sekaligus menyejahterakan warga. (nur/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
UMKM wisatawan Tempos pokdarwis wisata kuliner