LombokPost - Pemkab Lobar memperkuat gerakan penanganan stunting berbasis keluarga.
Wabup Lobar Nurul Adha menegaskan pencegahan stunting wajib dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Hal itu disampaikannya saat membuka Gerakan Cegah Stunting di Puskesmas Gerung, Sabtu (12/9).
Baca Juga: Bulog Intervensi 155 Anak Stunting di Kecamatan Sakra
Ia mengingatkan warga agar tidak hanya bergantung pada bantuan logistik.
”Susu bukan satu-satunya solusi. Pencegahan harus dimulai jauh lebih awal, sejak persiapan kehamilan, memastikan gizi ibu hamil terpenuhi, hingga menjaga lingkungan tempat tinggal tetap sehat,” tegasnya.
Pemkab menerapkan dua pendekatan strategis.
Baca Juga: Penyakit Kronis Jadi Kendala Penanganan Stunting di Kota Mataram
Pertama, intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi dan makanan tambahan.
Kedua, intervensi sensitif yang mencakup sanitasi, pemeriksaan kesehatan, dan perubahan perilaku.
Sinergi lintas sektor dari pemdes, kader PKK, posyandu, hingga tenaga kesehatan kini mulai membuahkan hasil. Angka stunting di Lombok Barat mencatatkan tren penurunan.
Baca Juga: Penyakit Kronis Jadi Kendala Penanganan Stunting
Selain gizi, wabup menyoroti ancaman Tuberkulosis (TBC) dan asap rokok. Dari hasil skrining terhadap 1.860 anak, sebanyak 236 anak terindikasi positif TBC. Nurul Adha meminta jajaran kesehatan segera menelusuri lingkungan tinggal pasien.
”Jika ada anak terkena TBC, lingkungan sekitarnya harus diperiksa. Ibu hamil juga wajib dijauhkan dari lingkungan yang berisiko menularkan TBC,” ujarnya.
Ia mengimbau para suami agar tidak merokok di dalam rumah. Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara suami, istri, pemerintah, dan masyarakat.
”Mari kita bersama-sama cegah stunting dari rumah sendiri. Lewat kesadaran dan kolaborasi, kita siapkan generasi Lombok Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lobar Erni Suryana menyatakan penanganan TBC terus berjalan. Pihaknya turun ke ratusan titik untuk melakukan skrining pada keluarga pasien TBC. ”Itu terus kami lakukan saat ini hingga akhir tahun,” tandasnya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Lombok Post