Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyakit Kronis Jadi Kendala Penanganan Stunting di Kota Mataram

C
Penulis: Chia❯

 


Advertisement

Ilustrasi
Ilustrasi

 

LombokPost - Penanganan kasus stunting di Kota Mataram tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra. Pasalnya, sebagian besar balita yang masih bertahan dalam kondisi stunting memiliki penyakit penyerta atau penyakit kronis yang menyertai tumbuh kembang mereka.

Advertisement

“Intervensi stunting ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Kita tidak bisa melakukan intervensi secara cepat terhadap anak-anak yang kondisi dasarnya memiliki penyakit kronis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan. 

Emirald mengungkapkan, intervensi medis untuk balita dengan penyakit penyerta memerlukan penanganan klinis secara bertahap. Hal ini membuat angka penanganan tidak bisa merosot drastis dalam waktu singkat.

Advertisement

Meski begitu, tren kasus stunting di Ibu Kota Mataram terus menunjukkan progres positif. Berdasarkan data per Juli, prevalensi stunting Kota Mataram berhasil ditekan ke angka 5,3 persen, turun dari posisi sebelumnya yang berada di angka 5,5 persen.

Secara kuantitas, jumlah balita stunting di Kota Mataram kini menyisakan sekitar 1.000 anak. Dikes menargetkan angka tersebut dapat terus dipangkas hingga berada di bawah 5 persen pada akhir tahun ini.

Emirald menambahkan, hingga saat ini tidak ada wilayah atau kelurahan di Kota Mataram yang masuk dalam kategori zona merah penanganan stunting. Kasus tertinggi yang masih bertahan tercatat berada di wilayah Kecamatan Sekarbela, namun kondisinya tetap terkendali.

“Tidak ada istilah zona merah lagi karena secara umum kita sudah mencapai target yang sangat bagus. Fokus kita sekarang adalah menurunkan angka yang tersisa ini,” tegasnya.

Terkait dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sarana penunjang, Dikes memastikan tidak menemui kendala berarti. Untuk mempercepat penanganan, Dikes juga berencana memperluas kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam menyasar faktor ekonomi dan kesejahteraan keluarga balita.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cegah Stunting, Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Mataram Kenalkan Kukis IKATA di Merembu

Cegah Stunting, Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Mataram Kenalkan Kukis IKATA di Merembu

Dosen Jurusan Gizi bersama mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat hadir di Desa Merembu.

Poltekkes Mataram Gencarkan Edukasi “Pade Tolak Stunting” dan Komik “CAMAR” di Aikdewa

Poltekkes Mataram Gencarkan Edukasi “Pade Tolak Stunting” dan Komik “CAMAR” di Aikdewa

Poltekkes Mataram memperkuat edukasi pencegahan stunting dan anemia melalui program PPDM di Desa Aikdewa, Lombok Timur.

Cegah Stunting, Dosen Poltekkes Kemenkes Mataram Edukasi Gizi dan Olahan Protein Lokal di Labuapi

Cegah Stunting, Dosen Poltekkes Kemenkes Mataram Edukasi Gizi dan Olahan Protein Lokal di Labuapi

Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram berupaya melakukan pencegahan stunting melalui edukasi gizi berbasis masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer