LombokPost - Pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) secara nasional pada tahun anggaran 2026 menghantam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Midang, Kecamatan Gunungsari.
Pemdes Midang terpaksa merombak susunan anggaran serta memperketat prioritas pembangunan.
”Kondisi pemotongan anggaran ini memaksa kami untuk betul-betul menerapkan skala prioritas pembangunan demi memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan,” kata Kades Midang Samsudin.
Baca Juga: Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi Dana Desa Tekasire, Tim Pidsus Periksa Penyidik Kejari Dompu
Sebelum gelombang efisiensi berlaku, Desa Midang mengelola DD reguler ditambah insentif dari Kementerian Keuangan hingga menembus angka Rp 1,4 miliar lebih per tahun.
Namun, alokasi transfer yang diterima desa tahun ini merosot tajam hingga tersisa Rp 374 juta.
Penyusutan anggaran tersebut menghantam alokasi sektor kesehatan dan program ketahanan pangan.
Baca Juga: Protes Biaya Karcis Masuk Gili Balu, DPRD Sumbawa Barat Desak BPK Audit Dana BLUD UPT BPSDKP NTB
Porsi anggaran kesehatan yang semula dipatok 25 persen, kini menyusut menjadi sekitar 16 persen dari total Dana Desa.
”Seluruh porsi anggaran kami pangkas, termasuk sektor kesehatan dan program ketahanan pangan yang kini disesuaikan dengan sisa anggaran yang ada,” lanjut Samsudin.
Menyiasati minimnya dana infrastruktur, pemdes mengalihkan fokus sisa anggaran pada kebutuhan mendesak warga.
Baca Juga: Kejari Lotim Gandeng Inspektorat Telusuri Kerugian Negara Kasus Dana Desa Kotaraja
Salah satunya pengembangan jaringan sumur bor guna mengurai krisis air bersih di Dusun Belencong.
Selain itu, pemdes berkoordinasi dengan PLN untuk menangani potensi bahaya kabel melandai dan kerusakan jaringan listrik.
Tekanan fiskal ini sedikit terobati dengan melonjaknya alokasi Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (PHP) yang menembus Rp 160 juta.
Kenaikan tersebut ditopang tingginya kesadaran serta kepatuhan warga Desa Midang dalam melunasi PBB.
”Kami tetap transparan kepada seluruh lapisan masyarakat terkait penyesuaian anggaran ini dan terus berupaya menjaga keselamatan serta ketenteraman warga,” tegasnya. (nur/r8)
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post