Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

117 Kecamatan di NTB Jadi Perhatian dalam Peta Pangan

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Keberadaan area pertanian yang luas ini memainkan peran vital dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pasokan pangan di kawasan Indonesia bagian timur. (IVAN/LOMBOK POST)
Keberadaan area pertanian yang luas ini memainkan peran vital dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pasokan pangan di kawasan Indonesia bagian timur. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Sebanyak 34 kecamatan di NTB masuk prioritas 4, 75 kecamatan prioritas 5, dan delapan kecamatan prioritas 6 dalam gambaran kondisi ketahanan pangan 2025.

Meski secara umum NTB berada dalam kategori tahan pangan, sejumlah wilayah masih membutuhkan perhatian berdasarkan indikator ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. 

“Data ini harus bisa memberikan gambaran kondisi ketahanan pangan kita, bukan hanya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tetapi sampai kecamatan dan desa. Dari sana kita bisa melihat wilayah mana yang perlu mendapat perhatian lebih,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) NTB Lalu Mirza Amir Hamzah.

Bagaimana pun, kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) NTB 2026.   

Menurutnya, peta ketahanan dan kerentanan pangan tidak sekadar menjadi dokumen administratif. Data tersebut diperlukan untuk membaca perubahan kondisi pangan di masing-masing wilayah sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai. 

Advertisement

Penyusunan FSVA dilakukan setiap tahun. Pada 2026 terdapat pembaruan metodologi dengan menggunakan 12 indikator untuk tingkat provinsi dan 11 indikator untuk tingkat kabupaten/kota.

Pembaruan tersebut diharapkan, menghasilkan gambaran yang lebih terukur mengenai perkembangan ketahanan pangan daerah. 

Mirza mengatakan, persoalan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya bahan pangan. Dari sisi ketersediaan, terdapat wilayah yang mengalami penurunan produksi sehingga berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan.

“Ketersediaan cadangan pangan pemerintah daerah juga masih menjadi aspek yang perlu diperkuat,” jelasnya.

Sementara dari sisi akses, kondisi daya beli masyarakat dan perubahan harga pangan menjadi perhatian. Sedangkan pada aspek pemanfaatan pangan, sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan pemenuhan standar keamanan pangan serta stunting. 

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Luncurkan Gerakan Menanam Cabai, Wabup UNA Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Luncurkan Gerakan Menanam Cabai, Wabup UNA Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, meluncurkan Gerakan Menanam Cabai sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Pemkab Dorong Pembudidayaan Sayuran, Dorong Ketahanan Pangan

Pemkab Dorong Pembudidayaan Sayuran, Dorong Ketahanan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Lombok Barat terus memperkuat ketahanan. Gerakan penanaman sayuran harian dimasifkan ke seluruh lapisan masyarakat.

Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, BRIDA NTB Adopsi Inovasi Pertanian Jepang

Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, BRIDA NTB Adopsi Inovasi Pertanian Jepang

BRIDA NTB gelar Seminar dan Sharing Session bertajuk "Praktik Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Petani di Jepang".

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer