LombokPost - Dari puing bencana lahir sebuah seni pertunjukan tari yang menggugah nurani.
Karya tari kontemporer bertajuk Cracked sukses mencuri perhatian publik panggung internasional.
Kisah ketangguhan masyarakat pascabencana diangkat menjadi bahasa seni gerak puitis.
Baca Juga: Saat Musik Tradisional Mengalun di Festival Senggigi: Turis Asing Terpikat, Warga Lebur dalam Tarian
Panggung internasional Melaka Art and Performance Festival 2026 di Malaysia akhir Agustus lalu menjadi saksi bisu keanggunan seni tari kontemporer Lombok.
Dibawakan dengan begitu memikat oleh Sanggar Adeva Devayoni, pertunjukan ini berhasil menghipnotis ratusan penonton yang hadir.
Karya tari kontemporer Lombok tersebut membuktikan bahwa kisah dari daerah mampu mengetuk nurani masyarakat dunia.
Baca Juga: Pukau Pengunjung KK NTB 2026, Bank Indonesia Hadirkan Keindahan 7 Tarian Uang Kertas Rupiah di LEM
Koreografi memukau ini dirancang langsung pimpinan Sanggar Adeva Devayoni, Ni Putu Ari Handayani.
Narasi utama tari kontemporer Lombok ini menyuguhkan gambaran mendalam tentang kerentanan manusia saat dihantam bencana alam dahsyat.
Makna keretakan tidak hanya digambarkan sebagai kerusakan fisik bangunan, tetapi juga jejak trauma emosional yang tertanam kuat dalam ingatan warga Lombok.
Baca Juga: Fans Arsenal Pasti Terluka, Blunder Zubimendi Berujung "Tarian Maut" Matheus Cunha!
”Setiap bencana meninggalkan bekas, namun selalu ada ruang untuk kembali terhubung dan saling menguatkan,” ungkap Putu Ar.
Tiga penari berbakat Sanggar Adeva Devayoni tampil penuh penghayatan dalam membawakan pesan ketangguhan di atas panggung festival.
Rahmad Oscar Ridho tampil begitu emosional bersama rekannya, Muhammad Amir Aldzano.
Komposisi gerak tubuh yang terfragmentasi makin lengkap dengan kehadiran Alvin Reiko Gunawan yang mempertegas kedalaman pesan tari kontemporer Lombok ini.
Gemetar tubuh para penari serta permainan keheningan yang intens sanggup menggetarkan rasa emosional setiap penonton yang menyaksikan.
Karya tari kontemporer ini berakar kuat pada pengalaman nyata saat bencana alam mengguncang tanah Lombok beberapa tahun silam.
Eksplorasi gerak tubuh yang dihadirkan di panggung Melaka ini menjadi cermin refleksi tentang tingginya rasa saling percaya dan gotong royong antarwarga.
Kehadiran seni tari kontemporer Lombok di ajang internasional ini sukses mengangkat potensi seni pertunjukan Indonesia di mata dunia.
Pengalaman lokal warga Lombok dikemas dengan sangat ciamik menggunakan bahasa gerak tari kontemporer yang universal. Melalui penjiwaan yang matang, Sanggar Adeva Devayoni membuktikan bahwa luka masa lalu bisa diubah menjadi karya seni bernilai tinggi.
Pesan tentang nilai kemanusiaan serta keberanian untuk bangkit melampaui batas-batas wilayah geografis. Panggung Melaka menjadi bukti nyata betapa estetikanya pertunjukan tari kontemporer ketika disajikan dengan dedikasi penuh.
Seni pertunjukan ini membawa pesan resilience atau ketangguhan jiwa manusia modern dalam menghadapi cobaan hidup.
Manusia boleh saja retak dan terluka akibat bencana, namun selalu ada kesempatan untuk saling menopang satu sama lain.
Harapan baru senantiasa tumbuh di tengah upaya masyarakat membangun kembali puing-puing kehidupan yang sempat hancur.
Lewat tari kontemporer Lombok, Sanggar Adeva Devayoni sukses mengharumkan nama NTB di kancah seni internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post