BGN Aktifkan 16 SPPG Baru Wilayah 3T

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:24 WIB
LAUNCHING: BGN bersama Satgas MBG NTB usai launching SPPG 3T di Desa Senggigi, Batulayar, Jumat (2/10). (NURUL/LOMBOK POST)
LAUNCHING: BGN bersama Satgas MBG NTB usai launching SPPG 3T di Desa Senggigi, Batulayar, Jumat (2/10). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemprov NTB menyambut baik pengaktifan 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah terpencil secara serentak.

Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut dinilai menjadi jawaban konkret atas kebutuhan pemenuhan gizi di daerah 3T. 

Pembukaan SPPG terus diperluas hingga mencakup area pondok pesantren dan 136 titik 3T di NTB. Pengoperasian SPPG reguler juga diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap dalam waktu dekat.

”Keberpihakan BGN sangat luar biasa bagi peningkatan gizi masyarakat NTB,” kata Kasatgas MBG NTB Fathul Gani usai peresmian salah satu SPPG di Lobar, Jumat (2/10).

Baca Juga: Higienitas MBG di Mataram Diminta Diperketat, SPPG Jadi Sorotan

Hadir dalam kegiatan launching di Senggigi, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana, Sekretaris Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Iwan Dwi Susanto, Kasatgas MBG NTB Fathul Gani, Kepala Dikse NTB Lalu Hamzi Fikri, Pj Sekda Lobar Saepul Akhkam, Camat Batulayar Subayin, Kades Senggigi Mastur, Ketua Regional BGN NTB Eko Prasetyo, penerima manfaat, dan lainnya

Di NTB, lokasi SPPG tersebar di Bima, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Timur, hingga Lombok Utara.

 ”Pengaktifan tahap awal difokuskan pada daerah terpencil agar penanganan stunting berjalan merata,” ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana.

BGN memberlakukan standar pengawasan ketat, termasuk batas waktu konsumsi makanan maksimal empat jam setelah dimasak.

”Pola penyajian prasmanan di sekolah disiapkan agar makanan dikonsumsi dalam kondisi segar,” tuturnya.

Baca Juga: Mitra SPPG Siapkan Aksi 1 Oktober di DPR RI

Kepala BGN Sudaryono menegaskan aktivasi dilakukan bagi dapur SPPG yang telah memenuhi persyaratan operasional.

Jumlah penerima manfaat program MBG bakal ditambah secara berkala.

”Layanan MBG diprioritaskan untuk wilayah 3T dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi,” tegasnya.

Dukungan penuh disampaikan jajaran Dikes NTB atas penguatan program gizi nasional.

”Program ini hadir membawa harapan besar bagi peningkatan kualitas kesehatan anak,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri.

Pemkab Lobar mengapresiasi peluncuran program pemenuhan gizi yang menyasar wilayah pesisir dan terisolasi.

​Sinergi lintas sektor diperkuat guna memastikan kesiapan penjamah makanan serta pendataan sasaran. 

Baca Juga: SPPG Banyumulek Gandeng PIC Sekolah Demi Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran dan Bebas Food Waste

​”Kami berkomitmen mendukung penuh kelancaran operasional program MBG di daerah,” kata Pj Sekda Lobar Saepul Akhkam.

Kehadiran dapur gizi diharapkan dapat menekan angka stunting secara signifikan, termasuk di kawasan Senggigi.

”Pemdes siap mengawal perluasan data penerima manfaat program MBG,” ucap Kades Senggigi Mastur. (nur/r8)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
SPPG BGN 3t Lombok Terpencil