LombokPost - Pemkab Lobar menggelar Salat Istisqa guna memohon diturunkannya hujan di tengah bencana kekeringan wilayah.
Prosesi doa bersama tersebut dipusatkan di Alun-Alun Giri Menang Park serta dihadiri ribuan jajaran ASN.
”Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk menyadari keterbatasan diri di hadapan Allah,” kata Wabup Lobar Nurul Adha.
Baca Juga: Sambut Musim Hujan, Dewan Dorong Pengadaan Truk Sampah PUPR Dipercepat
Kekeringan yang meluas di beberapa kawasan mendorong pemda mengajak warga memperbanyak bacaan istigfar serta doa.
Ikhtiar spiritual tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga masyarakat yang terdampak krisis air bersih secara berkepanjangan.
Kehadiran para tokoh agama serta jajaran pimpinan OPD memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi ujian kekeringan.
Baca Juga: Kekeringan Mulai Mengancam Lahan Pertanian Lombok Utara. Pemerintah Dorong Pengaturan Distribusi Air
Pemda mengimbau warga agar tetap tenang serta menjaga kesabaran selama masa krisis pasokan air berlangsung.
Langkah pendistribusian bantuan air bersih juga terus dioptimalkan ke seluruh titik pemukiman warga yang terdampak kekeringan.
Sinergi antara upaya teknis penanganan bencana dan ikhtiar doa diyakini mampu membawa jalan keluar terbaik bagi daerah.
Baca Juga: Tanggap Darurat Kekeringan di Lombok Barat, LAZISKU NTB salurkan bantuan 50.000 liter air bersih
”Kesabaran dan doa secara bersama-sama menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi cobaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Gerung Fitriati Wahyuni mengatakan ini salah satu upaya pemkab agar musim hujan segera tiba.
Sehingga kekeringan yang melanda beberapa desa di Lobar bisa teratasi. ”Gerung juga terdampak pada tiga desa yang kekeringan, namun dropping air bersih telah dilakukan,” kata dia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post