Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Kian Meluas, Hampir Sejuta Warga NTB Terdampak Kekeringan

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
KEBUTUHAN PRIMER: Para petugas BBWS NT I menyalurkan 4.700 liter air bersih kepada ratusan warga terdampak kekeringan di Desa Roka, Bima, Selasa (1/9). (BBWS NT I FOR LOMBOK POST)
KEBUTUHAN PRIMER: Para petugas BBWS NT I menyalurkan 4.700 liter air bersih kepada ratusan warga terdampak kekeringan di Desa Roka, Bima, Selasa (1/9). (BBWS NT I FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat, dampak bencana kekeringan di wilayah Bumi Gora kian meluas.

Berdasarkan data pemutakhiran per 31 Agustus, sembilan kabupaten/kota terdampak krisis air bersih akibat kemarau panjang yang diperkuat fenomena El NiNo. 

"Lama Hari Tanpa Hujan (HTH) memicu penetapan status darurat di berbagai daerah," jelas Kepala BPBD NTB Sadimin, Rabu (2/9). 

Advertisement

Dari total wilayah terdampak, enam kabupaten/kota menetapkan status Siaga Darurat. Sementara dua kabupaten lainnya telah menaikkan status menjadi Tanggap Darurat.

"Total dampak mencakup 64 kecamatan, 246 desa/kelurahan, 233.873 KK, atau setara 878.407 jiwa," jelas dia. 

Advertisement

Sebaran dampak kekeringan di Pulau Lombok, ada Lombok Tengah yang mencatatkan dampak terparah dengan status Siaga Darurat. Mencakup sembilan kecamatan, 91 desa, serta melibatkan 169.517 KK atau 678.066 jiwa.

Kondisi ini disusul oleh Lombok Timur yang juga berstatus Siaga Darurat dengan tujuh kecamatan, 41 desa, 31.114 KK, dan 84.463 jiwa terdampak. Sementara itu, Lombok Barat mencatat enam kecamatan, 16 desa, 5.595 KK, serta 17.099 jiwa yang mengalami krisis air, diikuti Lombok Utara yang melaporkan lima kecamatan, 13 desa, 3.337 KK, dan 10.892 jiwa berstatus Siaga Darurat.

"Kalau Kota Mataram hingga saat ini masih dalam pemantauan dan belum mengonfirmasi adanya data terdampak yang signifikan," ujar Sadimin. 

Beralih ke Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa telah menaikkan statusnya menjadi Tanggap Darurat. Itu guna percepatan penanganan, melingkupi 12 kecamatan, 19 desa, 10.703 KK, dan 42.728 jiwa. 

Langkah serupa juga diambil Pemkab Bima yang menetapkan status Tanggap Darurat dengan wilayah terdampak terluas di pulau tersebut. Yakni mencapai 15 kecamatan, 42 desa, 9.287 KK, serta 29.063 jiwa.  

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Lingkar Bendungan Meninting Krisis Air Bersih, Dewan Desak Bendungan Segera Dimanfaatkan

Warga Lingkar Bendungan Meninting Krisis Air Bersih, Dewan Desak Bendungan Segera Dimanfaatkan

Ironi terjadi di tengah keberadaan Bendungan Meninting, warga yang tinggal di sekitar kawasan bendungan justru mulai mengalami krisis air.

Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako

Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako

Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memberikan dukungan pemulihan lanjutan masyarakat.

Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan

Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan

Musim kemarau di NTB semakin menguat. Sejumlah wilayah bahkan telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) sangat panjang hingga lebih dari 60hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer