Pemdes Kuripan Timur Dorong Pengadaan Sumur Bor Pertanian

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:10 WIB
Anwar Efendi (NURUL/LOMBOK POST)
Anwar Efendi (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemdes Kuripan Timur mengupayakan pengadaan sarana sumur bor guna mengatasi ancaman kekeringan lahan pertanian warga.

Keberadaan infrastruktur pengairan di tengah kawasan persawahan dinilai sangat krusial untuk menjaga produktivitas tanaman pangan saat musim kemarau.

”Pengadaan titik sumur bor pertanian sangat dibutuhkan warga untuk menjaga ketersediaan air pasokan tanaman sawah,” kata Kades Kuripan Timur Anwar Efendi.

Baca Juga: Dandim 1615/Lotim Salurkan 15 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jerowaru

Penyediaan lima titik sumur pengairan per dusun diyakini mampu meningkatkan tingkat kesuburan tanah secara optimal dan merata.

 Sedangkan Desa Kuripan Timur memiliki empat dusun. Para petani terpaksa mengeluarkan biaya mandiri guna mengoperasikan mesin pompa air demi menyelamatkan komoditas tanaman padi harian.

”Langkah pembelian pulsa mesin pompa air tetap ditempuh petani demi memastikan ketersediaan pasokan air persawahan,” tambahnya.

Baca Juga: Temukan Sawah Kekeringan 7 Bulan di Bekasi, Menteri PU Ancam Copot Pejabat Ditjen SDA

Keterbatasan alokasi dana desa mendorong pihak pemdes mengandalkan dukungan dana pokok pikiran serta bantuan daerah.

Alokasi anggaran program pembangunan daerah tahun berjalan dimaksimalkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan prioritas masyarakat tingkat dusun.

”Peningkatan mutu kualitas pengerjaan jalan perdesaan perlu diperhatikan secara serius oleh pihak pelaksana proyek fisik,” tuturnya.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Mengancam Lahan Pertanian Lombok Utara. Pemerintah Dorong Pengaturan Distribusi Air

Pembangunan jalan menggunakan material beton campur dinilai jauh lebih tahan lama dibandingkan metode pengaspalan biasa.

Kerusakan sarana jalan dusun yang terkelupas dalam waktu singkat sangat merugikan efektivitas alokasi anggaran pembangunan daerah.

”Penggunaan material berkualitas tinggi dipastikan mampu memperpanjang usia pemanfaatan jalan desa hingga beberapa tahun mendatang,” jelasnya.

Pemdes berharap instansi terkait dapat memperketat pengawasan spesifikasi teknis pengerjaan proyek fisik di lingkungan perdesaan.

Sinergi tata kelola anggaran yang tepat sasaran diharapkan mampu mewujudkan percepatan kesejahteraan serta kemajuan ekonomi warga. (nur/r8)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
kemarau Anggaran Kekeringan sumur bor pembangunan daerah