Stunting di Lombok Barat Turun Jadi 8,93 Persen

Nurul_Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 06:30 WIB
CEK KESEHATAN GRATIS: Warga saat mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar Dikes Lobar di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, beberapa waktu lalu. (NURUL/LOMBOK POST)
CEK KESEHATAN GRATIS: Warga saat mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar Dikes Lobar di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, beberapa waktu lalu. (NURUL/LOMBOK POST)

 

LombokPost - Pemkab Lobar memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui dua strategi unggulan, yakni Intervensi Stunting dengan Susu Pertumbuhan (INSTING SUPER) dan Sistem Kesehatan Balita Stunting Terintegrasi (SEHATI).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan serta perkembangan anak sejak usia dini berjalan optimal.

Kedua program tersebut memadukan intervensi pemenuhan gizi spesifik balita dengan penguatan tata kelola data yang presisi.

Baca Juga: Angka Stunting di NTB Naik Tipis, Konsistensi Intervensi Jadi Tantangan

Komitmen ini ditegaskan Wabup Lobar Nurul Adha dalam rapat koordinasi sinergi dan keterpaduan pelaksanaan program pencegahan stunting tahun 2026.

Data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat mencatat prevalensi stunting pada September mencapai 8,93 persen.

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di level 9,37 persen.

Baca Juga: Dari Iuran Anggota, Muslimat NU Lombok Utara Bergerak Cegah Stunting

Meski menunjukkan tren positif, pemda menekankan bahwa penanganan stunting tidak sekadar mengejar angka statistik.

Fokus utamanya adalah menjaga pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak secara berkelanjutan.

Melalui program INSTING SUPER, pemerintah menyalurkan susu khusus kepada balita sasaran secara terukur di seluruh wilayah.

”Kita memberikan susu khusus ini untuk selamatkan perkembangan otak,” ujar Nurul Adha.

 

Dikatakan, investasi pembangunan daerah terbaik dimulai dari pemenuhan gizi anak pada masa keemasan pertumbuhan. Oleh karena itu, penanganan stunting harus dilaksanakan secara serius dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kepala Dikes Lobar Erny Suryana melaporkan hasil evaluasi triwulan program menunjukkan dampak signifikan.

Rata-rata kenaikan berat badan balita penerima intervensi mencapai 912 gram, melampaui standar kenaikan sebesar 720 gram.

Rata-rata kenaikan tinggi badan balita mencapai 2,7018 sentimeter, juga melampaui target standar kenaikan tiga bulanan sebesar 2,4 sentimeter.

Selain intervensi nutrisi, pemkab memperkuat tata kelola data lewat aplikasi SEHATI yang dikembangkan Bapperida setempat. Aplikasi ini menjadi dashboard terpadu untuk menyinkronkan data lintas perangkat daerah agar kebijakan lebih tepat sasaran.

 

Seluruh kepala puskesmas kini menjadi pilar utama dalam menyuplai data riil di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Lobar yang sehat, cerdas, serta terbebas dari ancaman stunting. (nur/r8)

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post
Lobar generasi daerah masa depan Stunting