Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. ”Kami lakukan itu sebagai serangkaian penyelidikan,” kata dia.
Sejauh ini, polisi belum bisa menyimpulkan pelaku pembuang bayi itu. Karena perlu pendalaman untuk mengungkap kasus tersebut. ”Semua dalam proses pendalaman,” ujarnya.
Berdasarkan olah TKP, mayat bayi laki-laki itu kali pertama ditemukan warga berinisial SA, 45 tahun. Awalnya, dia akan membersihkan sejumlah sampah yang menyumbat aliran air di kali tersebut. ”Saat itu memang kondisi hujan lebat. Sehingga beberapa warga membersihkan sampah yang menyumbat aliran kali,” bebernya.
Saat itu, AR mencium aroma tak sedap di balik tumpukan sampah. Tak disangka dia melihat rambut manusia. ”Saksi mengais-ngais sampah itu, di situ saksi melihat adanya mayat bayi,” bebernya.
Kondisi bayi tersebut dalam keadaan telanjang. Tali pusar masih belum terpotong. Badan dalam keadaan bengkak dan lebam. ”Bayi itu sudah mengeluarkan aroma tidak sedap,” jelasnya.
Polisi yang menerima laporan masyarakat langsung mendatangi TKP. Melakukan olah TKP dan membawa mayat bayi itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. ”Kami lakukan visum luar di RS Bhayangkara,” tutup Nasrullah. (arl/r1) Editor : Administrator