Mereka turun melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh ketersediaan bapok aman. Jangan sampai ada indikasi permainan harga maupun aksi penimbunan. ”Kalau ada indikasi seperti itu, saya minta ke jajaran untuk langsung mengambil langkah hukum,” tegasnya.
Kapolda mengatakan, persoalan pangan dapat mengganggu kondusivitas masyarakat. Sehingga perlu dipastikan seluruh stok aman. ”Persoalan pangan dikhawatirkan berdampak pada gejolak masyarakat,” ujarnya.
Untuk memastikan ketersediaan stok bapok di pasar Polda NTB telah membentuk Satgas Pangan. Tim tersebut berkoordinasi dengan para stakeholder. ”Tim Satgas Pangan sudah turun,” kata dia.
Djoko mengimbau masyarakat untuk turut mengawal persoalan pangan. Jangan sampai ada permainan maupun tindak pidana lain yang berhubungan dengan pangan. ”Segera laporkan jika ada gejolak harga. Supaya kami bisa langsung sikapi dan ambil langkah-langkah tepat,” imbaunya.
Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto menambahkan, tim Satgas Pangan sudah turun ke beberapa distributor bapok sejak sebelum perayaan Natal. ”Dipastikan stok aman. Begitu juga harga,” kata Artanto.
Tidak ditemukan adanya dugaan permainan harga maupun penimbunan. Seluruh distributor telah mendistribusikan bapok ke pasar sesuai permintaan. ”Dipastikan semua ketersediaan aman,” ujarnya.
Dari data sementara, ketersediaan stok pangan berupa beras, gula pasir, dan minyak goreng di gudang Bulog masih aman. Stok beras tersedia 12 ribu ton, gula pasir 120 ton, dan minyak goreng 20 ribu liter.
Sementara, stok telur di distributor UD Sinta mencapai Rp 40 ribu hingga 50 ribu butir telur. Kisaran harganya Rp 45 ribu hingga Rp 49,5 ribu per trey. Tergantung dari ukuran telurnya.
Begitu juga ketersediaan bawang merah, stoknya mencapai 2 ton. Kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram. ”Itu akan terus dipantau penyalurannya ke pasar-pasar agar tidak ada gejolak harga di tengah masyarakat,” pungkasnya. (arl/r1) Editor : Administrator