Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Menghina TGB Zainul Majdi, Pengurus NWDI Laporkan Penceramah Agama di Mataram ke Polda NTB

Marthadi Zuk • Sabtu, 13 Januari 2024 | 09:10 WIB

Sejumlah pengurus NWDI mendatangi Ditreskrimsus Polda NTB melaporkan dugaan penghinaan terhadap TGB M Zainul Majdi yang diduga dilakukan oleh salah satu penceramah di Kota Mataram.
Sejumlah pengurus NWDI mendatangi Ditreskrimsus Polda NTB melaporkan dugaan penghinaan terhadap TGB M Zainul Majdi yang diduga dilakukan oleh salah satu penceramah di Kota Mataram.
LombokPost-Pengurus NWDI melaporkan dugaan penghinaan yang dilakukan seorang penceramah ke Polda NTB.

Penceramah di Kota Mataram itu diduga telah menghina Ketua Umum PB NWDI TGB M Zainul Majdi.

“Kami melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Habib Qurays Shihab di akun YouTubenya @HabibQuraysShihabofficial,” terang Husnan Wadi, tim hukum PB NWDI, Jumat (12/1).

Dia meminta laporan ini segera ditindaklanjuti karena semua unsurnya telah terpenuhi.

Dalam video yang beredar tersebut, muncul kalimat yang menyerang personal TGB. Sang penceramah menyebut TGB sebagai penjilat.

“Kejadiannya tanggal 6 Januari 2024. Kami minta segera diusut dan yang bersangkutan ditangkap untuk diproses seuai aturan yang berlaku,” pintanya.

Sementara Ketua Pengurus Daerah NWDI Kota Mataram H Irzani menyayangkan suasana yang nyaman dan tenteram di Kota Mataram justru terganggu oleh ulah oknum penceramah agama.

Dia mengaku heran, di musim kampanye ini, ada orang yang mengaku habib bebas melontarkan ujaran kebencian dan menyerang personal orang lain.

“Kami minta pak kapolda dan pak kapolres cepat merespons persoalan ini. Kalau tidak cepat, kami khawatir masyarakat pencinta TGB dan jamaah NWDI bergerak, tidak bisa kami kendalikan,” pintanya.

Irzani mengaku menerima informasi penghinaan terhadap TGB, Kamis malam (11/1). Jumat pagi sejumlah pengurus langsung bergerak.

“Kami minta wali kota Mataram juga menetralisir dan menjaga kondusivitas Kota Mataram. Jangan sampai kita kecolongan. Menjaga masa kampanye dengan baik agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat,” harapnya.

Dikatakan, selama ini, TGB tidak pernah menyinggung siapa pun. Bahkan dengan adanya kejadian ini, TGB tidak pernah meminta pengurus NWDI melapor ke polisi.

Baca Juga: Kisruh Bagi-bagi Lahan Eks HGU PT Tresno di Batukliang Utara, Tim Gugus Tugas Agraria Turun Tangan

“Tetapi ini sudah terlalu keras dan fundamental menyangkut harkat martabat personal,” cetus Irzani.

Satgas dan Pemuda NWDI Kota Mataram sudah berupaya untuk tabayyun atau konfirmasi ke pihak Habib Qurays Shihab.

Namun pihak yang dilaporkan mempersilakan pihak NWDI menempuh jalur hukum.

Terpisah, Lurah Mataram Timur Sri Sulistyowati menyampaikan Habib Qurays Shihab bukan warganya di Karang Bedil.

Sang penceramah disebutnya sebagai warga Ampenan, namun ada rumah keluarganya di Karang Bedil.

“Dia memang setiap tahun pengajian Bulan Rajab. Cuma kalau selama ini konteksnya pengajian. Kami kaget juga isi konteks di dalam salawatan itu ada hal seperti itu disisipkan,” sesalnya.

Selain pengajian tiap tahun dan pengajian rutin, selama ini menurutnya tidak pernah ada muatan seperti itu.

Sehingga Sri merasa kaget ketika melihat video yang beredar ia mengatakan demikain. Apalagi momentumnya pas di tahun politik.

“Kami juga menyayangkan larinya ke masalah pribadi. Terus terang pengajian ini nggak ada koordinasi dengan kelurahan dan kepolisian. Cuma itu memang pengajian khusus laki-laki. Yang datang jamaahnya nggak terlalu banyak. Dia bukan warga kami,” kata Sri. (ton/r1)

Editor : Marthadi
#polda ntb #NWDI #TGB #Zainul Majdi #penghinaan