Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Para Napi di Lapas Lombok Barat Peringati Isra Mikraj

Hamdani Wathoni • Kamis, 8 Februari 2024 | 15:00 WIB
KUATKAN PEMBINAAN KEROHANIAN: Para narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II Lombok Barat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Akbar Rabu (7/2).
KUATKAN PEMBINAAN KEROHANIAN: Para narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II Lombok Barat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Akbar Rabu (7/2).

LombokPost–Para narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Lombok Barat memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Akbar, Rabu (7/2).

Dalam peringatan ini, Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat M Fadli menyampaikan kepada seluruh warga binaan dan seluruh jajaran untuk memahami esensi dan makna salat.

“Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari ibadah salat. Untuk itu, mari kita sama-sama tingkatkan kualitas ibadah salat kita baik itu salat wajib maupun yang sunnah,” terang M Fadli.

Menurutnya, bagi orang yang mampu memahami esensi salat, memahami hikmah dan menghayatinya, berpengaruh terhadap perilakunya dalam berkehidupan.

Termasuk diantaranya meningkatkan persatuan dan kesatuan antar sesama.

Dalam acara ini pihak Lapas menghadirkan TGH Lalu Supardan Kholil.

Dalam tausiahnya ia menjelaskan, sebelum peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW mengalami pembersihan hati.

Mengajarkan bahwa hati yang bersih, badan yang suci, dan iman yang kuat diperlukan saat menghadap Allah.

“Iqamatussholah berarti melaksanakan sholat dengan khusyuk, memahami syarat dan rukun sholat, serta memahami bahwa sholat bukan hanya fi'lu sholah, tapi juga Iqamatussholah, salat yang benar-benar khusyuk,” terang Tuan Guru Supardan.

Lebih lanjut, Tuan Guru Supardan menerangkan untuk mencapai khusyuk dalam salat, seseorang perlu membayangkan Kakbah, menempatkan diri di antara surga dan neraka, serta memahami bahwa Allah selalu dekat.

“Semoga kita semua bisa memperbaiki kualitas sholat kita," imbaunya. 

Karena pada hakikatnya ibadah salat adalah ibadah yang pertama kali dihisab.

Apabila baik salatnya maka akan baik semua amalannya.

"Apabila buruk salatnya maka buruklah semua amalannya,” jelas Tuan Guru Supardan. (ton)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lombok Barat #Isra Miraj #nabi muhammad