Polisi bahkan mengerahkan tim untuk mengejar pelaku hingga ke luar daerah.
"Sampai hari ini masih penyelidikan. Tim sedang mencari keberadaan pelaku di sini maupun di pulau seberang," jelas Kapolsek Sandubaya Kompol Imam Maladi kepada Lombok Post, Minggu (21/4).
Informasi yang didapatkan polisi, terduga pelaku kabur ke wilayah timur. Ini yang membuat petugas melakukan pengajaran tidak hanya di dalam Pulau Lombok, tetapi sampai ke luar daerah.
Namun Imam tidak menyebutkan secara rinci apakah pengajaran dilakukan ke Pulau Sumbawa atau pulau lain.
"Intinya kami kerahkan tim sampai ke luar daerah," kata dia.
Sementara jenazah korban NKA sudah dimakamkan pihak keluarga setelah dipulangkan dari RS Bhayangkara, Sabtu malam (20/4).
Diketahui, NKA meregang nyawa Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 Wita setelah ditikam NA, mantan suaminya, di sebuah kamar kos di Jalan Tamtanus Nomor 14 Lingkungan Karang Sidemen, Kelurahan Cilinaya, Cakranegara.
Kejadian bermula saat korban dan pelaku cekcok di kamar kos.
Cekcok keduanya diketahui pemilik kos atas nama I Komang Giria.
Ia melihat korban dengan pelaku yang merupakan mantan suaminya cekcok sampai berteriak.
Namun saksi tidak berani melerai karena khawatir dianggap mencampuri masalah pribadi.
"Namun setelah terduga pelaku pergi korban tetap berteriak-teriak minta tolong sehingga saksi menuju kamar korban dan melihat korban sudah bersimbah darah," beber Imam.
Pemilik kos bersama sejumlan saksi kemudian membawa korban ke rumah sakit.
Setelah dirawat di rumah sakit sekitar 30 menit, nyawa korban tak tertolong.
"Menurut keterangan dokter, korban ditusuk di perut bawah pusar," jelas mantan kasatlantas Polresta Mataram tersebut.
Ini yang diduga menyebabkan kematian korban.
Polisi masih menyelidiki modus dan penyebab terduga pelaku nekat menghabisi nyawa mantan istrinya itu.
"Informasi sementara dari orang tua korban, terduga pelaku beberapa kali mengajak korban rujuk, tetapi korban menolak," kata Imam. (ton/r1)
Editor : Marthadi