Para sopir bus yang melintas di jalur Mataram-Pelabuhan Kayangan ataupun sebaliknya diduga sering ugal-ugalan dalam mengemudi.
Ini membuat para pengguna jalan dan masyarakat umum resah.
“Kami sudah lihat di media sosial banyak informasi yang beredar menyebutkan driver-nya dalam kondisi tidak normal. Perlu kami sampaikan, kami bersama Satresnarkoba Polres Lotim sudah tes urine dan hasilnya negatif, tidak mengandung alkohol dan narkoba,” jelas Andi Jalaludin, mewakili PO Surya Kencana, Senin (20/5).
Ketua Bidang AKDP DPD Organda NTB ini mengaku sudah menerima informasi tentang keluh kesah masyarakat terkait perilaku sopir bus di jalan raya. Itu akan menjadi evaluasi mereka.
Organda NTB berencana mengumpulkan para pengusaha jasa transportasi untuk mendisiplinkan para sopir. Agar mereka mematuhi aturan tata tertib berlalu lintas.
Andi mengatakan, semua pengusaha jasa transportasi sebenarnya sudah memiliki SOP cara berkendara.
Hanya saja, oknum sopir yang melakukan tindakan ugal-ugalan atau semena-mena dalam berlalu lintas. Terkait itu Organda akan memperketat pengawasannya.
Khusus kecelakaan bus Surya Kencana, ia mengaku pihaknya sudah turun langsung ke lokasi kejadian.
Menurutnya, itu murni kecelakaan tunggal karena sopir menghindari premotor dari arah berlawanan.
“Kalau tidak ambil tindakan itu sudah bisa dipastikan ada korban jiwa,” kata Andi.
Hal yang sama dikatakan Kasatlantas Polres Lotim AKP Tira Karista.
Menurutnya, kecelakaan terjadi karena sopir bus menghindari pemotor yang hendak belok kanan.
“Sopir membanting setir ke arah kanan sehingga menabrak pohon kelapa yang ada di pinggir jalan,” kata dia.
Sopir bus itu diketahui bernama Ramli, 46 tahun, warga Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
Saat itu, bus mengangkut 32 orang penumpang. Akibat kecelakaan itu seorang penumpang mengalami luka di bagian kaki kanan.
“Kami sudah cek kondisi korban dan koordinasi dengan Bina Marga untuk evakuasi kendaraan,” sambungnya. (ton/r1)
Editor : Marthadi