Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ternyata, Motif Kaburnya Alifvia Trauma Kejadian ’Luar Biasa’ di Ponpes Abu Hurairah

Galih Mega Putra S • Selasa, 25 Juni 2024 | 09:23 WIB
Aiptu Sri Rahayu. (TONI/LOMBOK POST)
Aiptu Sri Rahayu. (TONI/LOMBOK POST)

LombokPost-Santriwati Ponpes Abu Hurairah, Alifvia Istiani yang dilaporkan hilang telah kembali ke rumahnya, pekan lalu.

Dia bukan diculik maupun dibawa kabur orang lain.

Dia kabur dari rumah dan memilih kos di wilayah Cakranegara tanpa memberitahukan orang tuanya.

Motifnya dia kabur dari rumah karena trauma dengan kejadian di Abu Hurairah.

”Alasannya yang disampaikan kepada saya, dia trauma dengan lokasi tempatnya sekolah. Karena dia dulu pernah mengalami kejadian luar biasa di sekolah tersebut,” jelas Rusdi Satria Prima, kuasa hukum Alifvia kepada Lombok Post (24/6).

Dia menjadi kuasa hukum Alifvia bukan hanya saat kasus siswi kelas XI ini hilang beberapa hari terakhir.

Tetapi juga menjadi kuasa hukum Alifvia saat Alifvia pernah menghadapi kejadian luar biasa di Ponpes Abu Hurairah akhir tahun 2022 lalu.

Dalam kejadian yang dialaminya, pihak LPA Mataram hingga Komisi IV DPRD Kota Mataram pernah turun menangani persoalan tersebut.

”Cuma dari pondoknya tidak menyelesaikan permasalahan ini. Akhirnya dari sana dia tidak diam di pondok dan mulai pulang pergi,” bebernya.

Ada kesepakatan pihak Ponpes akan membantu memulihkan psikis Alifvia.

Namun pasca kejadian luar biasa yang dialami Alifvia, sia masih trauma dan enggan masuk sekolah.

Di satu sisi, ibunya tetap memintanya masuk sekolah. Hal ini yang membuatnya kabur.

Dia juga memilih kembali pada momen yang tepat saat ayahnya pulang dari Kalimantan, karena mengetahui kabar putrinya hilang dari media.

Sehingga ketika ayahnya pulang, Alifvia pun akhirnya pulang ke rumah.

”Karena anak ini merasa tidak ada tempatnya menceritakan perasaan yang dialaminya, akhirnya dia kabur,” jelas Rusdi.

Terkait persoalan kejadian luar biasa yang dihadapi Alifvia di Ponpes Abu Hurairah, Rusdi menyarankan untuk mengklarifikasi pihak sekolah.

"'Karena ini menyangkut anak-anak,” cetusnya.

Kasubnit PPA Satreskrim Polresta Mataram Aiptu Sri Rahayu membenarkan jika siswi yang dilaporkan hilang bukan karena kasus penculikan atau yang lainnya.

”Bukan nikah atau diculik,” tegasnya.

Dia kabur dari rumah karena tidak tahan dengan ibunya yang terus mendesaknya sekolah. Sehingga dia pun memilih pulang ketika ayahnya kembali dari luar daerah.

”Sekarang sudah kembali setelah kami lakukan beberapa upaya untuk membujuknya kembali ke rumah,” tandasnya.

Kepala Sekolah Ponpes Abu Hurairah Ustad Gunawan enggan berkomentar dikonfirmasi mengenai kejadian luar biasa yang dialami Alifvia.

”Mohon maaf, silahkan ke keluarga ananda saja (Alifvia). Kami tidak tahu banyak. Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan layanan informasi apa-apa,” tandas dia. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#kabur #Mataram #NTB #Ponpes Abu Hurairah #santri