Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polisi Periksa Teman Sekamar Almarhum Nurul, Pengawas dan Wali Kelas Ponpes Al Aziziyah Kapek

Galih Mega Putra S • Jumat, 5 Juli 2024 | 10:49 WIB
PENUHI PEMERIKSAAN: Pihak dari Ponpes Al-Aziziyah mendatangi Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram didampingi kuasa hukumnya, kemarin (4/7).(TONI/LOMBOK POST)
PENUHI PEMERIKSAAN: Pihak dari Ponpes Al-Aziziyah mendatangi Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram didampingi kuasa hukumnya, kemarin (4/7).(TONI/LOMBOK POST)
LombokPost-Satreskrim Polresta Mataram memeriksa pihak pondok pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat terkait kematian Nurul Izzati, santriwati yang diduga dianiaya, Kamis (4/7).
 
Empat orang datang memenuhi panggilan penyidik Unit PPA didampingi kuasa hukum pihak Ponpes Herman Sorenggana.
 
“Empat orang yang datang hari ini. Dua santriwati anak di bawah umur, satu mudabbiroh atau pengawas asrama, dan satu wali kelasnya,” jelas Herman Sorenggana kepada wartawan.
 
Pemeriksaan empat saksi berlangsung sejak pukul 11.40 Wita hingga pukul 17.00 Wita.
 
Pertanyaan penyidik disampaikan Herman terkait aktivitas di lingkungan pondok selama 24 jam.
 
"Apa saja aktivitas para santriwati yang dilakukan sejak bangun tidur sampai kembali tidur istirahat," jelasnya.
 
 
Kemudian, keempat orang tersebut ditanya mengenai almarhumah Nurul Izzati.
 
Mengingat dua orang santriwati tersebut diketahui pernah sekamar dengan Nurul.
 
Namun ketika naik kelas, mereka sudah tidak sekamar lagi. 
 
 
Begitu juga dengan mudabbirah inisial I atau pengawas kamar di asrama santriwati.
 
Dia juga ditanya terkait tugasnya melakukan pengawasan hingga apa saja yang diketahui tentang Nurul Izzati.
 
Sedangkan wali kelasnya inisial F dimintai keterangan karena dia ditugaskan menjadi wali kelas VII-7, yang merupakan kelas Nurul Izzati.  
 
Herman menegaskan, pihak Ponpes sangat mendukung penuh proses pengungkapan penyebab meninggalnya Nurul Izzati Sabtu 29 Juni lalu.
 
Menyusul adanya dugaan penganiayaan yang dialami santriwati asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
 
“Pengungkapan kasus ini menjadi kepentingan kita bersama. Baik dari pihak keluarga maupun pihak ponpes. Karena ini kan masih menjadi misteri,” ucapnya.
 
Pihak Ponpes mendukung penuh aparat kepolisian mencari tahu penyebab sakit hingga meninggalnya Nurul Izzati.
 
"Ini demi alasan kemanusiaan dan juga agar kasus yang sudah menjadi perhatian publik bisa jelas," terang Herman.
 
Ditanya alasan yang membuat pihak ponpes yakin jika selama ini tidak pernah ada penganiayaan, Herman menjelaskan, mereka tidak pernah mendengar cerita yang melihat terjadi tindak pidana penganiayaan di asrama maupun di pondok.
 
Kalau pun ada pelanggaran, hukumannya mengaji, membersihkan toilet, membersihkan halaman atau yang lainnya. 
 
Selain empat orang yang datang kemarin, pengurus Ponpes lain siap memberikan keterangan jika dibutuhkan pihak kepolisian.
 
Termasuk jika ada permintaan untuk memberikan rekaman CCTV yang dimiliki ponpes kaitannya dengan aktivitas Nurul Izzati ketika pulang dijemput oleh pamannya.
 
“Ada beberapa CCTV di pondok, jikalau dibutuhkan akan kami sampaikan,” tandasnya. (ton/r8)  
Editor : Kimda Farida
#Ponpes #santriwati