Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penemuan Mayat Bayi Gegerkan Warga Gondang KLU, Polisi Periksa Seorang Wanita dan Saksi

Galih Mega Putra S • Kamis, 22 Agustus 2024 | 17:37 WIB
DITEMUKAN TAK BERNYAWA: Anggota Polsek Gangga mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan warga di salah satu kebun di Dusun Gondang Timur, Desa Gondang. (DOK POLRES LOTARA)
DITEMUKAN TAK BERNYAWA: Anggota Polsek Gangga mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan warga di salah satu kebun di Dusun Gondang Timur, Desa Gondang. (DOK POLRES LOTARA)

LombokPost-Penemuan bayi yang sudah tak bernyawa menggegerkan warga Dusun Gondang Timur, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Selasa malam (20/8).

Bayi yang diduga dibuang ibu kandungnya ini ditemukan di salah satu kebun milik warga dalam kondisi terbungkus kresek plastik.

”Kami sudah olah TKP (tempat kejadian perkara) penemuan mayat bayi di kebun salah seorang warga bernama Nasrun,” kata Kapolsek Gangga Iptu Sugi Jaya, Rabu (21/8).

Jasad bayi ini kali pertama ditemukan Sartip saat pergi ke kandang sapi kolektif di Orong Pulet Dusun Gondang Timur, Desa Gondang.

Saat itu, dia melewati kebun Nasrun. Dalam perjalanan, dia mendengar suara kelapa jatuh. Sartip langsung mencari kelapa tersebut di dekat pohonnya.

”Saat itulah saksi melihat bungkusan kresek. Merasa penasaran, Sartip langsung membuka bungkusan kresek tersebut dan melihat di dalamnya ada bungkusan yang berisi mayat bayi,” beber kapolsek.

Sartip mencoba membuka bungkusan tersebut dengan sebatang kayu untuk memastikan mayat bayi atau bangkai.

Setelah dicek, ternyata  benar bahwa bungkusan tersebut berisi mayat bayi dengan jenis kelamin perempuan.

Sartip kemudian menceritakan penemuan mayat bayi ini kepada salah seorang warga bernama Asiah. Sekitar pukul 17.30 Wita, Asiah langsung menanyakan kepada perempuan berinisial JA yang sebelumnya diketahui hamil.

”JA akhirnya mengakui perbuatannya. Dari pengakuannya JA melahirkan di dalam rumahnya  pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus. Bayi tersebut lahir dalam keadaan meninggal dunia,” kata dia.

Karena merasa panik, JA akhirnya membuang mayat bayi tersebut ke kebun Nasrun.

Asiah kemudian menanyakan kepada JA anak yang dilahirkannya hasil berhubungan badan dengan  siapa.

JA pun menjawab anak tersebut merupakan hasil dari hubungan gelapnya dengan warga berinisial RK, pria Dusun Busur, Desa Rempek Darussalam.

”Dari informasi yang telah diperoleh penyidik, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi (salah satunya wanita pembuang bayi).  Diduga kejadian ini berawal dari hubungan gelap sehingga melahirkan seorang bayi yang dibuang di kebun,” papar Kapolsek Gangga.

Untuk sementara, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penanganannya sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Lombok Utara. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#bayi #KLU