LombokPost--Ditreskrimum Polda NTB memberikan atensi terhadap kafe yang diduga menyajikan penari stripris di Kota Mataram.
Penyidik telah memeriksa wanita yang diduga menjadi penari tersebut.
Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat mengatakan, pihaknya telah menerima video aksi perempuan yang diduga menjadi penari striptis di salah satu kafe ternama di Mataram.
”Hari ini (Rabu, 25/9) perempuan yang menari itu sudah kami mintai keterangan,” kata Syarif kepada Lombok Post, Selasa (24/9).
Namun Syarif belum bisa membeberkan identitas perempuan tersebut. Karena, prosesnya sampai saat ini masih tahap penyelidikan.
”Kami telah lakukan penyelidikan dan menurunkan anggota ke sana (tempat hiburan malam), memang didapati itu (indikasi adanya layanan tari striptis),” jelas Syarif.
Dia membeberkan, dari video yang diterima pihak kepolisian, aksi dugaan tari striptis di tempat hiburan inisial TP tersebut memang tidak bugil sepenuhnya.
Seorang perempuan terlihat hanya menggunakan pakaian dalam atau bikini.
Dia melakukan aksi tersebut di depan pengunjung yang cukup ramai.
Namun didapati informasi jika layanan tarian bugil bisa diberikan di ruang khusus.
Hal ini yang sedang dikaji dan diselidiki, apakah sajian tarian striptis itu menyalahi aturan Undang-undang pornografi atau menyalahi Peraturan Daerah (Perda) atau tidak.
”Videonya sudah kami kantongi,” ucap mantan Wakapolresta Mataram ini.
Baca Juga: Pelantikan Dewan Kota Bima Diwarnai Demo Krisis Air Bersih
Untuk saat ini, pihaknya baru meminta keterangan dari satu orang perempuan yang diduga penari striptis. Setelah ini, baru dilakukan pemeriksaan dari manajemen tempat hiburan tersebut.
Informasi yang dihimpun Lombok Post, layanan penari striptis ini baru-baru dihadirkan tempat hiburan malam tersebut. Karena sebelumnya memang tidak pernah ada layanan seperti itu.
Salah seorang pengunjung inisial ID mengaku tempat hiburan ini memang paling berani dan vulgar mempromosikan acara party di Kota Mataram.
Namun dia tidak menyangka jika aksinya sampai senekat ini dengan menghadirkan penari semi telanjang.
Apalagi, sajian penari tersebut bukan di ruangan khusus kafe.
”Kaget kita perempuan keluar pakai bikini menari. Awalnya dia akan membuka pakaiannya, tetapi oleh satpam yang ada di sana kita tidak boleh merekam. Pengunjung diawasi satpam,” aku ID.
Ia juga mendapatkan informasi jika ingin mendapatkan layanan tarian striptis bugil, ada ruang tertentu dan layanan khusus yang mesti dipesan pelanggan.
”Nanti disiapkan ruang terpisah,” cetusnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida