"Pengamanan pilkada masih terus berjalan. Kami saat ini fokus pada persoalan deteksi money politic (politik uang) bekerja sama dengan Bawaslu," jelas Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, Selasa (15/10).
Politik uang mendapatkan atensi serius karena belum lama ini terindikasi salah satu tim pemenangan pasangan calon wali kota Mataram bagi-bagi uang.
Diduga dalam proses kampanye, tim pemenangnya membagikan uang dalam amplop berisi uang Rp 20 ribu.
Sehingga pihak Bawaslu Kota Mataram bersama Polresta Mataram dan Kejari Mataram yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu mengusut persoalan ini.
"Langkah yang kami kedepankan adalah pencegahan untuk tidak terjadi pelanggaran," jelas dia.
Menjelang hari pemungutan dan penghitungan suara bulan depan, Polresta Mataram juga telah menggelar pelatihan peningkatan kemampuan personel yang nantinya akan bertugas dalam pengamanan pilkada.
Wakapolresta Mataram AKBP I Wayan Sudarmanta menjelaskan, tugas pengamanan pemilihan tiga kepala daerah ini tentu akan semakin berat.
"Untuk itu kami mempersiapkan diri sejak saat ini sehingga dalam pelaksanaan tugas pengamanan nantinya dapat dilakukan dengan baik dan penuh keterampilan," jelasnya.
Dipercaya sebagai petugas pengamanan, sambung Wayan, banyak hal yang harus diketahui dan dipahami.
Bukan hanya mampu melawan berbagai serangan, tetapi bagaimana pola dan cara bertindak terhadap berbagai serangan tersebut itu yang harus diketahui. Hal ini agar tidak menimbulkan masalah baru yang dapat membuat suasana semakin panas.(ton/r8)
Editor : Marthadi