LombokPost - Seorang pemuda berusia 28 tahun inisial IGARAS ditemukan tewas gantung diri di gudang rumahnya sekitar pukul 14:15 Wita, Sabtu (4/1).
"Kejadian pertama kali diketahui oleh orang tua korban inisial IKSPY," ujar Kapolsek Sandubaya Kompol Imam Maladi.
Baca Juga: KNPI Lotim Dorong Pemuda Harus Menjadi Agen Perubahan dan Motor Penggerak di Masyarakat
Menurut keterangan saksi, awalnya orang tua korban mendengar suara nada dering telepon dari kamar anaknya.
Ketika hendak menyerahkan telepon tersebut, korban tidak ditemukan di kamarnya.
Kemudian, orang tuanya ke lokasi belakang rumah mereka.
"Setelah memeriksa seluruh kamar, saya memutuskan untuk mengecek gudang di samping rumah. Saya terkejut saat melihat anak saya tergantung di plafon," ungkap orang tua korban kepada petugas.
Imam mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.
Personel piket fungsi Polsek Sandubaya bersama unit identifikasi Satreskrim Polresta Mataram segera melakukan evakuasi dan olah TKP.
"Ketika petugas tiba di lokasi, korban sudah diturunkan oleh keluarga dan warga setempat," jelas Imam.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
Belakangan ini, dia juga menunjukkan perubahan perilaku.
Korban menjadi pendiam dan tampak kehilangan semangat hidup.
"Dugaan sementara, korban mengalami depresi berat. Keluarga menyatakan ikhlas menerima musibah ini dan menolak dilakukan otopsi," tambahnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida