LombokPost-Seluruh polsek jajaran terus meningkatkan patroli malam dengan menyasar sejumlah aktivitas mencurigakan. Terutama kegiatan remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Kapolresta sudah mengintruksikan untuk meningkatkan program KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan). Jangan sampai kondusivitas terganggu di wilayah hukum Polresta Mataram," kata Kapolsek Ampenan AKP I Gede Sukarta.
Patroli ini dilakukan secara masif guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. "Beberapa aktivitas yang menjadi fokus pengawasan antara lain permainan petasan, balap liar, perang sarung, bermain bola di jalanan, serta tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor)," jelasnya.
Baca Juga: Jadi Saksi Kasus Korupsi, Kepala Waskita Karya NTB Bilang Gedung Shelter Tsunami Rusak karena Gempa
Kegiatan pemuda yang sering menyalakan petasan, perang sarung, hingga bermain bola di tengah jalan tidak hanya membahayakan diri sendiri. Tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat. "Makanya perlu diantisipasi sebelum para anak muda ini mendapatkan resiko atas tindakannya," ujarnya.
Pihaknya sudah memetakan sejumlah titik rawan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. Pemetaan itu juga sudah dikomunikasikan dengan masyarakat. "Jika ada kegiatan pemuda yang negatif langsung dilaporkan," imbaunya.
Langkah ini agar tidak memberikan dampak besar yang dapat menggangu ketertiban masyarakat secara luas. "Saya berharap dengan peningkatan patroli masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang, aman, nyaman, dan kondusif," harapnya.
Baca Juga: BBPOM Mataram Temukan Sampel Pangan Ramadan yang Dijual Pedagang Positif Boraks
Kapolsek Mataram AKP Mulyadi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel di sejumlah titik rawan. Terutama di tempat yang kerap terjadi perang petasan. "Saat jelang dan sesudah waktu sahur patroli lebih ditingkatkan guna mengantisipasi aksi kejahatan juga," kata Mulyadi.
Langkah tersebut merupakan upaya preventif. Agar menciptakan situasi yang tetap kondusif. "Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang. Tanpa gangguan keamanan," harapnya.
Dia mengimbau kepada para orang tua juga untuk dapat menjaga anaknya. Jangan sampai berkeliaran hingga waktu sahur. "Arahkan anak muda kita untuk mengerjakan kegiatan positif di bulan Ramadan ini," imbaunya. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji