LombokPost-Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat rentan terjadi kelangkaan selama Ramadan. Salah satunya gas elpiji 3 kilogram.
”Kami turun melakukan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan yang menjual gas elpiji,” kata Kapolsek Mataram AKP Mulyadi, Jumat (7/3).
Langkah itu mengantisipasi terjadi kelangkaan stok gas elpiji 3 kilogram.
Sehingga tidak terjadi keresahan di tengah masyarakat.
”Kita lakukan agar masyarakat tidak panik dengan isu-isu kelangkaan,” kata dia.
Menurutnya, kelangkaan diakibatkan beberapa faktor, salah satunya tindakan penimbunan.
”Itu yang perlu diantisipasi,” ujarnya.
Baca Juga: Bazar Ramadan LEM Tawarkan Aneka Busana Muslim
Apalagi dalam tiga minggu ke depan, kebutuhan gas elpiji 3 kilogram itu sangat tinggi.
Sebab, ada dua hari besar yang akan dirayakan masyarakat.
“Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi bagi umat hindu hampir bersamaan. Sehingga, perlu antisipasi kebutuhan masyarakat salah satunya gas LPG 3 kilogram,” kata Mulyadi.
Dia mengimbau kepada para agen dan penjual gas elpiji 3 kilogram agar tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga di atas ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut dapat merugikan masyarakat dan berpotensi memicu gangguan Kamtibmas.
”Menimbun dan menaikkan harga merupakan tindakan penyimpangan. Jika adanya pelanggaran kami akan tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Baca Juga: Melihat Peluang dan Tantangan Tebu Dompu di Masa Mendatang (2-Habis)
Dari hasil sidak, polisi tidak menemukan adanya tindakan penimbunan yang dilakukan masyarakat.
”Mudahan penyalurannya berjalan lancar. Sehingga tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” harapnya.
Kabid Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, distribusi gas elpiji 3 kilogram berjalan lancar.
“Stok kuota di 330 agen elpiji dipastikan aman,” kata Sri.
Tidak ada tindakan penimbunan yang dilakukan masyarakat.
”Syukurnya di Mataram tidak ada yang melakukan tindakan itu,” tandasnya. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida