Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puluhan Remaja Terlibat Perang Sarung Ditangkap di Mataram

nur cahaya • Senin, 10 Maret 2025 | 12:24 WIB

 

MENERIMA HUKUMAN: Sejumlah remaja yang diamankan karena melakukan aksi perang sarung dihukum push up di Polsek Selaparang, Minggu dini hari (9/3). 
MENERIMA HUKUMAN: Sejumlah remaja yang diamankan karena melakukan aksi perang sarung dihukum push up di Polsek Selaparang, Minggu dini hari (9/3). 

 

LombokPost-Polresta Mataram bersama Kodim 1606/Mataram, dan Pemkot Mataram menggelar operasi gabungan, Minggu dini hari (9/3). Puluhan remaja diamankan karena dianggap menjalankan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). ”Total ada sebanyak 22 orang remaja diamankan,” kata Kasatlantas Polresta Mataram AKP Yozana Fajri Sidik yang memimpin operasi.

Seluruh remaja yang diamankan sebagian besar berstatus sebagai pelajar. Mereka kerap saling mengundang untuk melakukan perang sarung dengan pemuda lainnya. ”Sarung yang sudah dimodifikasi sudah dimasukkan kawat besi dan batu. Jika terkena dapat menimbulkan luka fatal,” ujarnya. 

Baca Juga: Ketua DPRD NTB Mengajak Tingkatkan Kepedulian Pada Sesama di Bulan Puasa 

Untuk itu, perlu diatensi supaya tidak menimbulkan korban. Jika hal itu terjadi berpotensi perang antar kampung, yang berujung pada Kamtibmas terganggu. ”Semua perlu kita antisipasi supaya wilayah hukum Polresta Mataram tetap aman,” ungkapnya.

Puluhan remaja itu diamankan di dua tempat. Yaitu di Jalan Dakota dan Jalan Dr Wahidin, Rembiga, Mataram. ”Tujuh orang diamankan di Jalan Dakota dan dibawa ke Mapolresta Mataram. Sedangkan 15 orang diamankan di Jalan Dr Wahidin diangkut ke Mapolsek Selaparang,” bebernya. 

Polisi sudah berkoordinasi dengan orang tua para remaja yang diamankan. Mereka diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya. ”Kami serahkan ke orang tua mereka untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya. 

Seluruh orang tua diminta untuk menjaga anak-anaknya. Jangan dibiarkan berkeliaran hingga larut malam. ”Pengawasan dari orang tua juga perlu supaya para anak muda kita ini dapat mengerjakan kegiatan yang positif,” harapnya. 

Baca Juga: MAPK MAN 2 Mataram Terima 48 Siswa Jalur Prestasi dan Tes

Kapolsek Selaparang Iptu Muhammad Baejuli mengatakan, operasi gabungan menyasar sejumlah tempat. Terutama beberapa wilayah yang kerap dijadikan sebagai tempat aksi balap liar, perang sarung, balap lari, dan kegiatan potensi lain yang dapat mengganggu kamtibmas. ”Kebetulan ada beberapa remaja yang sedang berkumpul di Jalan Dr Wahidin. Ternyata mereka melakukan aksi perang sarung. Kita bubarkan dan amankan para remaja,” kata Baejuli. 

Para orang tua dipanggil untuk ikut serta menyaksikan proses pembinaan. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi perbuatan atau aktivitas perang sarung tersebut. ”Kami juga memanggil pihak sekolah untuk dapat melakukan pengawasan kedepannya sebagai upaya preventif dalam membangun kamtibmas yang kondusif,” . 

Dia berharap para orang tua, sekolah dan masyarakat untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya. ”kegiatan perang sarung yang dilakukan anak-anak ini adalah bukti kurangnya pengawasan para orang tua, “ tutupnya. (arl/r5)

Editor : Pujo Nugroho
#operasi #pengawasan #keamanan #remaja #preventif #kodim #Gabungan #polresta #Mataram #sarung