LombokPost-Seorang pekerja buruh harian lepas berinisial MS, 29 tahun harus mendekam di balik jeruji besi. Pria asal Babakan, Kecamatan Sandubaya, Mataram itu ditangkap setelah berupaya memperkosa tetangganya.
”Pelaku ini mengaku akan mencuri. Malah ingin memperkosa korban,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili.
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu gang di Lingkungan Babakan Utara. MS masuk ke kamar korban melalui jendela. ”Dia mencongkel jendela,” ungkapnya.
MS sempat menggeledah kamar dan sempat melihat handphone korban yang tergeletak di kasur. ”Handphone itu dalam kondisi sedang menelpon,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Praktik Beras Oplosan, Satgas Pangan Harus Turun Tangan
Tiba-tiba korban yang baru selesai mandi masuk ke kamar dalam kondisi masih mengenakan handuk. Korban pun curiga handphone-nya yang awalnya sedang dalam kondisi menelpon pacarnya, tiba-tiba mati. ”Setelah korban berbalik, ternyata pelaku bersembunyi di balik pintu kamar,” kata dia.
Korban pun sempat teriak. Tetapi dibekap pelaku. ”Mulut korban dibungkam menggunakan mukenah yang tergantung di belakang pintu,” bebernya.
Saat dibekap, handuk korban terjatuh. Kondisinya dalam telanjang bulat. Pelaku pun membanting korban ke kasur. ”Saat di atas kasur, korban masih berupaya berteriak minta tolong dan melakukan perlawanan,” ungkapnya.
Tetapi, pelaku terus mengancam dan menyuruh korban diam. ”Korban sempat terdiam karena takut,” kata dia.
Baca Juga: Nekat Jualan Sabu Usai Tarawih, Pengedar Sabu di Karang Bagu Ditangkap Polisi
Saat korban diam, pelaku mencoba meraba tubuh korban. Meskipun, korban tetap meronta melawan. ”Syukurnya ada kepala lingkungan mendengar suara korban yang meminta tolong,” ujarnya.
Kepala lingkungan yang melihat dari balik jendela, ternyata korban dalam kondisi tidak berdaya di atas kasur. “Kepala lingkungan pun masuk ke dalam rumah korban dengan mendobrak pintu untuk menolong korban,” jelasnya.
Selanjutnya, korban diselimuti mukena untuk menutupi tubuhnya. Saat itu, pelaku berupaya melarikan diri. ”Tetapi dia berhasil ditangkap,” kata dia.
Polisi yang mendapatkan laporan masyarakat langsung mendatangi tempat kejadian perkara. “Kami langsung olah TKP,” ungkapnya.
Saat ini kondisi korban masih trauma. Masih dilakukan pendampingan psikologi. ”Sementara pelaku sudah kita tahan,” ujarnya. (arl/r8)
Editor : Jelo Sangaji