Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polresta Mataram Petakan 50 Titik Rawan Jelang Idul Fitri dan Nyepi

nur cahaya • Kamis, 13 Maret 2025 | 10:45 WIB

 

Kombes Pol Ariefaldi Warganegara
Kombes Pol Ariefaldi Warganegara

LombokPost-Dua hari besar hampir terjadi bersamaan. Yaitu, Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Polresta Mataram mengatensi pengamanan agar wilayah hukumnya tetap kondusif. Mereka memetakan potensi rawan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). "Ada 50 titik yang sudah dipetakan menjadi potensi rawan gangguan Kamtibmas," kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, Rabu (12/3). 

Seluruhnya tersebar di enam wilayah kecamatan di Kota Mataram. Juga ada tiga kecamatan di wilayah Lombok Barat (Lobar), yakni Lingsar, Narmada, dan Gunungsari. "Semua titik yang menjadi atensi bakal dilakukan tindak preventif terlebih dahulu," ujarnya. 

Baca Juga: Alih Fungsi Kian Parah, Dampaknya Terjadi Penyusutan Kawasan Hutan di NTB

Dalam pengamanan, polisi melibatkan seluruh stakeholder. Seperti TNI, Pemerintah Kota Mataram, Pemkab Lobar, hingga perangkat pemerintah paling bawah. "Kami harus bisa pastikan semua titik rawan itu dipastikan aman," kata dia. 

Selama puasa hingga nanti pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, semua anggota terus menjalankan program Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Menjalankan patroli secara bergantian hingga pagi. "Kita ingin memastikan seluruh wilayah tetap aman. Masyarakat yang menjalankan ibadah nyaman dan lebih khusyuk," ujarnya. 

Jika melihat agenda, di Kota Mataram nantinya akan dilakukan perayaan besar menyambut dua hari raya. Yakni, Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi. "Dua perayaan itu nantinya kan ada jarak. Tidak dilaksanakan secara bersamaan," kata dia. 

Baca Juga: Disdik Mataram Berikan Sanksi Tegas terhadap Pelajar Terlibat Balap Liar

Kemungkinan besar, Hari Raya Nyepi yang akan dilaksanakan terlebih dahulu, 29 Maret. Sementara Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan tanggal 31 Maret. Artinya, pada tanggal 28 Maret akan dilaksanakan pawai Ogoh-ogoh bagi umat Hindu. Dua hari berikutnya diselenggarakan Pawai Takbiran bagi umat Islam. "Dua perayaan itu sudah kita pastikan aman," ujarnya. 

Sebelum pelaksanaan pawai nantinya kepolisian akan menggelar rapat koordinasi dengan semua pihak. Ini guna kelancaran kegiatan. "Kita matangkan persiapan pengamanannya nanti," tandasnya. (arl/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#Aman #Koordinasi #Kelancaran #Mataram #program #perangkat