LombokPost-Ditrekrimsus Polda NTB turun menyelidiki permainan takaran Minyakita. Hasilnya, ditemukan beberapa takaran Minyakita yang kurang. “Kita masih selidiki,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Fx Endriadi.
Untuk proses penyelidikannya, pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti Dinas Perdagangan dan stakeholder lain yang tergabung dalam Satgas Pangan NTB. “Kami sudah mendapatkan sampel terkait dengan adanya kekurangan takaran Minyakita,” bebernya.
Dari hasil penyelidikan, tempat mengemas Minyakita itu tidak ada di NTB. Melainkan di wilayah Pulau Jawa. ”Untuk itu perlu adanya koordinasi dengan Polda setempat,” kata dia.
Untuk sementara ini, pihaknya masih melakukan pengawasan di lapangan. Jangan sampai terjadi kekurangan stok. ”Jika terjadi kekurangan stok, yang terjadi malah panic buying,” ungkapnya.
Terkait dengan isu adanya Minyakita yang dioplos minyak curah, dia menegaskan, masih dalam proses pendalaman. “Kita nanti akan lakukan uji laboratorium,” kata Endriadi.
Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri. ”Pengurangan takaran itu dari perusahaannya langsung,” kata dia.
Endriadi mengakui, saat ini masih beredar di pasaran Minyakita yang kurang takarannya. Tetapi, kepolisian tidak melakukan penyitaan terhadap barang tersebut. ”Kita tidak lakukan penindakan karena ada kekurangan takaran, yang terjadi malah nanti stok terbatas,” ujarnya.
Terlebih lagi, saat ini menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, tentu kebutuhan Minyakita cukup banyak. ”Kalau kita tidak sediakan stok yang sesuai dengan permintaan masyarakat, malah bisa terjadi persoalan,” ujarnya.
Muncul kondisi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). ”Kami juga di lapangan meminta para pedagang untuk tidak menjual di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” tandasnya. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji