Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Penganiayaan Santri Kembali Terjadi di Ponpes Al-Aziziyah, Polisi Mulai Selidiki dan Periksa Saksi

M Islamuddin • Jumat, 4 Juli 2025 | 08:26 WIB

Aktivitas di Ponpes Al-Aziziyah, Lombok Barat, belum lama ini. (Dok/Lombok Post)
Aktivitas di Ponpes Al-Aziziyah, Lombok Barat, belum lama ini. (Dok/Lombok Post)

LombokPost - Kasus dugaan penganiayaan kembali terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. 

Seorang santri kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas 3 Madrasah Aliyah (MA).

Orang tua korban resmi melaporkan kasus tersebut ke Polresta Mataram, Jumat (27/6). Dalam laporannya, korban diduga dianiaya di area tempat wudhu dan sekitar masjid ponpes Rabu (25/6) dan Kamis (26/6).

“Anak saya pulang dengan kondisi trauma berat. Dia tidak mau bicara banyak, apalagi kembali ke sekolah. Kami baru tahu dua hari setelah kejadian,” kaya ayah korban, Syahriana saat ditemui usai dimintai keterangan penyelidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram, Kamis (3/7).

Menurut pengakuannya, dua hari pasca kejadian, pihak pondok tak memberi informasi apa pun. Diapun mempertanyakan proses mediasi yang disebut tidak melibatkan orang tua pelaku.

“Kalau mau damai, ya harus dua pihak dihadirkan. Ini bukan perkara kecil, anak saya dipukul, diancam, dan mengalami luka lebam. Kok orang tua pelaku tidak dipanggil?” tanya dia.

Dia mengungkapkan, hasil visum rumah sakit menunjukkan korban mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh, termasuk di telinga, pipi, lengan, pinggang, dan kepala.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Mataram Iptu Eko Ari Prastya membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menjelaskan, penanganan kasus sedang dalam tahap penyelidikan. “Iya, laporan sudah masuk," katanya singkat.

Selama proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya, ustaz Ponpes Al-Aziziyah, korban, dan santri yang melihat kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Lombok Post masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pimpinan pondok terkait dugaan kekerasan ini.

Kasus dugaan penganiayaan di Ponpes Al-Aziziyah bukan kali ini saja. Sebelumnya, almarhumah Nurul Izzati, 13 tahun, juga diduga menjadi korban penganiayaan di ponpes tersebut. 

Hingga saat ini, penanganan kasus penganiayaan Nurul Izzati belum memunculkan tersangka. (r5)

Editor : Jelo Sangaji
#penganiayaan santri #Polresta Mataram #Ponpes Al Aziziyah #Lombok