Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Narkoba Bukan Solusi, Hanya Tambah Masalah

Lombok Post Online • Senin, 21 Juli 2025 | 10:32 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Gerakan Masyarakat Perangi Narkoba (Gempar) NTB mengingatkan masyarakat bahwa narkoba bukan solusi menghadapi persoalan hidup.

Sebaliknya, narkoba justru menambah masalah baru yang lebih kompleks.

Diketahui pengguna narkoba bukan hanya dari kalangan tidak berpendidikan namun merambah kalangan pendidikan bahkan legislatif.

Baca Juga: Residivis Narkoba Ditangkap Polisi

“Miris rasanya ketika mendengar bahwa pengguna narkoba bukan hanya dari kalangan tidak berpendidikan, tapi juga dari kalangan berpendidikan, bahkan ada dari unsur legislatif,” kata Ketua Gempar NTB Suburman, Minggu (20/7).

Namun, Rudini menegaskan, pengguna narkoba seharusnya tidak semata-mata diposisikan sebagai pelaku kriminal.

“Pengguna narkoba sejatinya adalah korban, bukan penjahat. Mereka seharusnya direhabilitasi lembaga seperti BNN, bukan serta-merta dikriminalisasi,” tegasnya.

Baca Juga: Polisi Gulung Tiga Budak Narkoba di Tanjung, Amankan Satu Plastik Sabu

Menurut Rudini, masih banyak masyarakat yang keliru memandang pengguna narkoba dan menganggap mereka sebagai pelaku kejahatan.

Padahal, penyalahgunaan narkoba sering berakar dari persoalan sosial, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kita sering lupa bahwa kondisi keluarga yang tidak harmonis, lingkungan yang buruk, atau kurangnya perhatian orang tua bisa menjadi pemicu utama seorang anak terjerumus dalam dunia gelap narkoba,” ujarnya.

Baca Juga: Gempar NTB Sambut Positif UU TNI Baru, Bisa Tentukan Arah Pertahanan Nasional

Dia menegaskan, pemberantasan narkoba harus menyasar akar persoalan, bukan hanya sebatas menangkap pengedar atau pengguna.

“Kita memang sering melihat penangkapan puluhan orang dalam operasi narkoba. Tapi pertanyaannya, siapa di balik semua ini? Dari mana barang haram ini masuk dan siapa pemasok utamanya?” katanya.

Rudini mengatakan, keluarga memegang peran penting dalam membentengi anak-anak dari ancaman narkoba. Dia mencontohkan kasus di Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, di mana sejumlah anak dan ibu rumah tangga terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Faktor lingkungan dan keluarga sangat menentukan. Hal kecil yang sering kita abaikan sebagai orang tua, seperti kurangnya komunikasi dan perhatian, bisa berdampak besar pada masa depan anak-anak,” tambahnya.

ANTI NARKOBA: Ketua Gempar NTB Suburman (tiga dari kanan) dalam sarasehan generasi emas tanpa narkoba, belum lama ini.
ANTI NARKOBA: Ketua Gempar NTB Suburman (tiga dari kanan) dalam sarasehan generasi emas tanpa narkoba, belum lama ini.

Sekolah, guru, dan komite pendidikan juga diajak lebih aktif memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya narkoba. Sosialisasi dan edukasi harus dimulai sejak usia dini, khususnya di jenjang SMP dan SMA.

“Sekarang ini, anak SMP saja sudah banyak yang terpapar narkoba. Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Sekolah harus punya aturan dan pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya. (arl/r5)

Editor : Siti Aeny Maryam
#keluarga #Pengedar #lingkungan #NTB #barang haram #Narkoba #pengguna