LombokPost - Polda NTB kini tengah menyelidiki penyebab kematian Brigadir Esco Fasca Rely yang ditemukan meninggal di Dusun Nyiur Lembang, Jembatan Gantung, Lembar, Lombok Barat.
Kematian anggota Polsek Sekotong ini dianggap janggal, sehingga pihak kepolisian mengambil alih kasus tersebut untuk mengungkap fakta di baliknya.
Tim investigasi telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Baca Juga: Ayah Brigadir Esco Nilai Kematian Putranya Tak Wajar
"Kita masih dalami penyebab kematian," kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, kemarin.
Pihaknya sudah menggelar rapat di Polda NTB terkait penemuan mayat tersebut. Pihaknya juga telah memanggil Satreskrim Polres Lobar. "Kemungkinan kita ambil alih proses penyidikannya," kata Syarif.
Tim sudah melihat kondisi jenazah saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Pihaknya melakukan visum luar terlebih dahulu. "Ada ditemukan luka-luka," bebernya.
Baca Juga: Brigadir Esco Diduga Dibunuh, Hasil Visum Ditemukan Luka-luka Bekas Benda Tumpul
Luka-luka itu ditemukan di bagian tangan dan badan. "Lukanya diakibatkan benda tumpul," ujarnya.
Melihat dari luka-luka itu, Brigadir Esco diduga dibunuh? "Ya, nanti saja kita lihat," sebutnya.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi. "Hari ini (Senin, 25/8) kita rapat untuk menentukan langkah," kata dia.
Baca Juga: Polsek Sekotong Ringkus Terduga Pelaku Pencurian Sepeda Motor
Diketahui, penemuan jenazah berawal dari seorang warga, 50 tahun, yang sedang mencari ayam peliharaannya di bukit belakang rumahnya sekitar pukul 11.30 Wita. Saat menyisir area tersebut, dia menemukan sosok pria tersebut.
Saksi mendekati mayat tersebut untuk memastikan dan benar bahwa laki-laki tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Saksi kemudian segera memberitahu warga sekitar yang selanjutnya menghubungi kepala dusun.
Laporan ini dengan cepat sampai ke pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan area untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jenazah. Barang bukti tersebut antara lain satu buah kunci sepeda motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit berwarna putih, dan satu unit telepon genggam.
Hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa dengan leher terikat tali pada batang pohon. Posisi tubuh korban berada di sekitar pohon di area dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji